Unitomo dan Wuhu Institute Perkuat Kolaborasi Teknologi Pangan lewat Praktikum Intensif di Surabaya

admin
admin Juni 29, 2026
Updated 2026/06/29 at 9:14 PM

Foto : Ceremony penyambutan dosen tamu asal Wuhu Unstitute Cina dan penandatanganan Implementasi of agreement (IoA)

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Aroma rempah dan adonan kue fusi memenuhi Laboratorium Hujiang Workshop di Kampus Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) sejak 28 Juni lalu. Dalam suasana yang berpadu antara meja praktik dan alat laboratorium, Fakultas Teknologi Pangan & Perikanan (FTPP) Unitomo menjalankan program pembelajaran dan praktikum internasional hasil kerja sama dengan Wuhu Institute of Technology, Tiongkok. Kegiatan yang berlangsung hingga 3 Juli 2026 ini menempatkan mahasiswa dalam rutinitas lima hari praktik intensif, pelatihan teknik kuliner oriental, dan kompetisi inovasi kue fusi Sino-Indonesia yang dipandu langsung oleh dosen tamu, Ms. Xia Nan.

Opening Ceremony di Ruang Proklamasi membuka rangkaian acara yang disaksikan jajaran Rektorium, Dekanat FTPP, dan Ketua Program Studi. Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menegaskan bahwa kemitraan strategis semacam ini penting untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat daya saing lulusan. “Melalui kemitraan dengan Wuhu Institute, kita tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi membuka cakrawala bagi mahasiswa menjadi inovator pangan global,” ujarnya.

Praktikum di Laboratorium Hujiang Workshop dirancang untuk menggabungkan teknik tradisional Asia dengan standar industri modern. Mahasiswa mempelajari pembuatan berbagai produk kuliner otentik — mulai pangsit kukus ala Thailand Utara, jade shumai, hingga kue bulan khas Kanton — sambil menerapkan prinsip keamanan pangan dan skala produksi. Dekan FTPP, Dr. Kejora Handarini, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen fakultas menghadirkan kurikulum berbasis industri internasional. “Praktikum intensif ini membuktikan kesiapan kami menciptakan atmosfer belajar standar global yang responsif terhadap tren industri pangan,” katanya.

Kompetisi inovasi menjadi titik fokus kegiatan, menantang mahasiswa mengkolaborasikan cita rasa lokal Indonesia dengan teknik dan bahan Tiongkok untuk menciptakan produk bernilai ekonomi. Menjelang penutupan, Ms. Xia Nan memberi pujian atas kecepatan adaptasi dan kreativitas peserta. “Saya melihat potensi luar biasa — mereka cepat menguasai teknik dasar dan mampu melahirkan inovasi kuliner fusi dengan nilai jual tinggi,” ujarnya.

 

Kegiatan ditutup dengan Closing Ceremony dan jamuan makan malam bersama, di mana hasil praktik dan kreasi mahasiswa dipamerkan. Pihak Unitomo berharap implementasi kerja sama ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang jejaring internasional dan pengembangan riset bersama di bidang teknologi pangan.

 

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *