Banyuwangi, pedulirakyat.id
Keluhan panjang para pengemudi truk, setiap kali menunggu antrian panjang di penyeberangan Ketapang – Gilimanuk. Menunggu dalam waktu panjang Berjam jam, membuat para pengemudi truk khususnya, tidak produktif waktunya habis dalam antrian.
Mereka mengeluh dan membandingkan jembatan penyeberangan di beberapa daerah bisa dibangun jembatan, mengal jembatan penyeberangan untuk Jawa – Bali tidak bisa ?
Padahal lintas penyeberangan antara pelabuhan Ketabang – pelabuhan Gilimanuk arus lintasan sangat pada apabila dibanding dengan daerah lain. Disamping itu penyeberangan tersebut menjadi lintas perekonomian di Bali hingga pulau pulau di seputar Nusa Tenggara Timur.
Akibatnya pembangunan serta perkembangan ekonomi di wilayah itu terhambat.
“Apakah tidak ada solusi dan kebijaksanaan yang mendukung sehingga bisa terlaksana dibangunnya jembatan yang menghubungkan Jawa -Bali,” ujar Alex yang sudah dua hari menunggu antrian untuk bisa menyeberang.
“Kami berharap, tindakan tegas harus segera di ambil antara kedua pemangku kekuasaan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Pemerintah Provinsi Bali,” lanjut Alex.
Ada kabar yang menegaskan, apabila jembatan penyeberangan akan meningkatkan kejahatan di Bali. Ada pula kabar yang menyebutkan Bali adalah pulau Dewata. Mengkhawatirkan bila penyeberangan itu dibangun akan terjadi urbanisasi yang bisa mengikis tradisi masyarakat Bali.
M. Jhony


