Siaga Sejak Dini: SD Muhammadiyah 13 Gelar Simulasi Kebakaran Interaktif

admin Juli 30, 2026
Updated 2026/07/30 at 2:52 PM

Foto : Suasana Simulasi Kebakaran di SDM 13 Surabaya

Surabaya, pedulirakyat.id

Senyum dan riuh tawa mengisi halaman SD Muhammadiyah 13 Surabaya pada Kamis, 30 Juli 2026. Bukan karena perayaan biasa, melainkan suasana pembelajaran darurat yang serius namun menyenangkan: ratusan siswa SD mengikuti simulasi kebakaran yang dipandu langsung oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Surabaya.

Kegiatan dimulai di ruang kelas dengan sesi edukasi interaktif yang dipimpin oleh salah satu instruktur Damkar, Reno. Dengan bahasa sederhana dan gaya komunikatif, ia menjelaskan apa itu kebakaran, penyebab umum, serta sikap mental yang perlu dipupuk saat kejadian darurat — tenang, cepat, dan mengikuti instruksi. Para siswa antusias mengajukan pertanyaan, menandakan perhatian dan rasa ingin tahu yang tinggi di antara peserta usia dasar ini.

“Anak-anak harus tahu sejak dini bahwa keselamatan itu bisa dilatih,” kata Reno sambil menunjukkan ilustrasi langkah evakuasi sederhana yang mudah diingat oleh murid SD.

Setelah teori, siswa beralih ke praktik lapangan di area sekolah. Tim Damkar memperagakan sejumlah teknik pemadaman yang disesuaikan untuk anak-anak, lalu mengajak siswa mencoba beberapa langkah dasar di bawah pengawasan ketat:
1. Menutup titik api menggunakan karung atau kain goni yang dibasahi, teknik sederhana untuk api kecil.
2. Demonstrasi dan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), termasuk posisi, pegang, dan arah semprot yang aman.
3. Simulasi pemadaman api akibat kebocoran tabung gas rumah tangga, yang mendapat perhatian besar karena relevansinya dengan lingkungan rumah siswa.

Momen menarik lain adalah pengenalan armada Damkar: truk tangki air dan peralatan keselamatan. Siswa berebut melihat dan menaiki truk secara bergiliran sambil mendapat penjelasan fungsi tiap peralatan oleh petugas.

Dampak pendidikan mitigasi bencana
Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Amang Muazam, menyambut baik pelaksanaan simulasi tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini tak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih keberanian, ketenangan, dan refleks keselamatan pada anak. “Harapannya ilmu yang diperoleh hari ini bukan sekadar pengalaman, melainkan bekal praktis saat mereka menghadapi potensi bahaya di rumah atau lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen sekolah dalam membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak tingkat dasar. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman seperti simulasi dinilai efektif menginternalisasi kebiasaan aman sehingga anak-anak lebih waspada dan tahu langkah yang harus diambil ketika situasi darurat terjadi.

Simulasi di SD Muhammadiyah 13 juga mencerminkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan layanan publik. Kehadiran Damkar Kota Surabaya memperkuat pesan bahwa mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama: pihak sekolah menyediakan konteks pembelajaran, sementara petugas teknis memberi keterampilan praktis dan kepercayaan diri.

Kegiatan selesai dengan tepuk tangan hangat dari siswa dan pihak sekolah. Pulang hari itu, tak hanya tumpukan alat permainan yang dibawa pulang — melainkan pengetahuan dan pengalaman praktis yang bisa menyelamatkan nyawa. Di mata guru dan petugas, benih kesiapsiagaan telah ditanam; tugas selanjutnya adalah merawatnya melalui pengulangan, latihan berkala, dan integrasi materi keselamatan ke dalam kurikulum sekolah.

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version