SD Muhammadiyah 13 Surabaya: Perketat Gadget, Perkuat Program 2026/2027

admin Agustus 1, 2026
Updated 2026/08/01 at 5:45 PM

Foto: Bapak Kepala SDM 13 Surabaya di depan wali murid dalam suasana hangat dan informatif

Surabaya, pedulirakyat.id

Di tengah antusiasme menyambut tahun ajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah 13 Surabaya membuka periode pembelajaran baru dengan langkah strategis: sosialisasi program sekolah yang menegaskan hubungan sinergis antara rumah dan sekolah. Kegiatan yang digelar pada hari pertama Agustus ini menghadirkan wali murid dalam suasana hangat dan informatif, menggarisbawahi komitmen sekolah untuk menyamakan visi dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak.

Kepala sekolah, Amang Muazam, menjadi pusat presentasi pada acara tersebut. Dalam pemaparannya ia merinci arah kebijakan dan program prioritas yang akan dijalankan sepanjang tahun pelajaran. “Kita ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga terampil, kreatif, dan berakhlak,” ujarnya. Pernyataan itu menjadi benang merah dari beberapa pilar program yang dipaparkan.
Program ekstrakurikuler menjadi salah satu fokus utama. Menurut pihak sekolah, kegiatan di luar jam pelajaran dirancang untuk menjadi wadah pengembangan minat dan bakat sehingga murid mampu membangun kepercayaan diri dan keterampilan praktis.

Sementara itu, program unggulan sekolah menampilkan inovasi pembelajaran yang bertujuan meningkatkan daya saing serta kreativitas siswa di kancah lokal maupun regional.

Tak kalah penting adalah penguatan pendidikan agama melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Amang menjelaskan TPQ bertujuan membangun fondasi keagamaan sejak dini, mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah pada peserta didik.

Isu pengawasan penggunaan gadget mendapatkan porsi khusus dalam sosialisasi. Amang mengingatkan bahwa paparan anak terhadap konten digital tanpa pengawasan berisiko pada perkembangan perilaku dan konsentrasi belajar. “Peran orang tua di rumah sama pentingnya dengan peran guru di sekolah. Awasi penggunaan gadget, bimbing anak memilih konten yang mendidik,” pesan Amang, menekankan perlunya kolaborasi aktif antara orang tua dan pendidik.

Dalam sesi tanya jawab, wali murid menunjukkan minat pada aspek praktis operasional sekolah, khususnya terkait administrasi dan kebijakan pembiayaan. Menanggapi hal ini, Amang memberikan penjelasan transparan mengenai mekanisme pembayaran SPP dan penggunaan dana sekolah. Ia menempatkan aspek finansial dalam kerangka nilai: infaq SPP bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi sosial dan religius. “Setiap rupiah yang disalurkan untuk pendidikan adalah bentuk amal jariyah; manfaatnya berkelanjutan bagi anak dan keluarga,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan konsensus komitmen bersama antara sekolah dan wali murid untuk mendukung proses pembelajaran berjalan lancar. Doa bersama menutup pertemuan, sekaligus menguatkan harapan bahwa tahun ajaran baru akan membawa kemajuan akademik dan pembentukan karakter yang lebih baik.

Dengan menegaskan program unggulan dan meningkatkan pengawasan terhadap pemakaian gadget, SD Muhammadiyah 13 Surabaya menempatkan diri sebagai institusi yang tak hanya mengedepankan capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keharmonisan peran pendidikan antara rumah dan sekolah. Tahun ajaran 2026/2027, menurut pihak sekolah, akan menjadi momentum penguatan kualitas pendidikan yang holistik bagi anak-anak di lingkungan tersebut.

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version