Foto: Pemasangan pipanisasi Gampingan Kecamatan Pagak
Malang, pedulirakyat.id
Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang menyiapkan sejumlah program prioritas untuk memperluas akses air minum aman di wilayah Malang Selatan. Salah satu proyek utama adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Diyeng II dengan nilai investasi mencapai Rp250 miliar yang ditargetkan melayani lima kecamatan.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, mengatakan proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan air bersih sekaligus mendorong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui skema APBN.
“Program ini kami siapkan untuk memperkuat layanan air minum yang merata, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
SPAM Diyeng II dirancang memiliki kapasitas 240 liter per detik dengan target layanan hingga 23.920 sambungan rumah (SR) di Kecamatan Pagak, Kalipare, Donomulyo, Bantur, serta Kepanjen bagian selatan. “Ini menjadi fokus kami dalam memperkuat layanan air minum di Malang Selatan,” ungkapnya.
Selain itu, Perumda juga menyiapkan proyek SPAM Sumber Durmo di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, dengan anggaran Rp12 miliar. Program ini menyasar kebutuhan air minum untuk kawasan pendidikan dan masyarakat sekitar. “SPAM Durmo dirancang berkapasitas 20 liter per detik untuk mendukung pelayanan Sekolah Rakyat dan warga,”ungkapnya .
Syamsul menambahkan, seluruh program tersebut telah dilengkapi dokumen teknis, mulai dari studi kelayakan hingga desain rinci sebagai syarat pengajuan pembiayaan, termasuk dalam skema Loan Green Infrastructure Initiative menuju Green Book 2026. “Kami memastikan seluruh kesiapan teknis terpenuhi agar program ini bisa segera direalisasikan,” terangnya.
Ia menegaskan, pengembangan layanan air minum ini merupakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan pelayanan dasar masyarakat serta mendukung pembangunan wilayah prioritas. “Ini bagian dari ikhtiar kami agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Kabupaten Malang,” Terangnya saat ditemui awak media.
Puput


