Lumajang, pedulirakyat.id
Pengguna jalan saat melintas jembatan Tenggi yang terletak di desa Bedayu kecamatan Senduro, harap berhati hati.
Jbatan ini menjadi perhatian masyarakat luas karena sudah tidak layak pakai bagi yang melintasi
jembatan tersebut. Tetapi masyarakat dengan terpaksa tetap melintas, sebab tidak ada jalan alternatif lain.
Pengguna jembatan ini di harapkan untuk berhati-hati apalagi di malam hari.
Jembatan yang menghubungkan desa Bedayu ke beberapa desa yang lain, salah satunya bisa tembus ke desa Pandansari,dan desa Senduro kondisi jembatan sangat memprihatinkan dan dinilai tidak layak pakai.
Sangat membahayakan bagi para pengguna jalan saat melewati.
Menurut Purwanto, salah satu warga setempat mengaku jembatan Tenggi kondisinya sangat meprihatinkan, karena pondasinya ada yang tergerus oleh air lahar, kalau hujan bibir jembatan terlihat becek- becek serta bergelombang, sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pengguna jalan pada saat melintas.
“Jembatan ini sudah lima tahun yang lalu rusak, hingga saat ini tak ada upaya pemerintah untuk memperbaiki,” tutur Purnomo.
Di tempat berbeda kasun Tori saat di temui tim media ini di rumahnya ia menjelaskan, jembatan Tenggi sudah di berikan Tong dari dinas PU kabupaten, Tong yang dari PU itu seperti police line’lah sebagai tanda kalau jembatan Tenggi sangat rawan untuk di lewati, hanya tanda Tong saja, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan.
“Pemerintah desa Bedayu sudah ajukan permohonan ke dinas PU dan sudah berkordinasi dengan dinas BPBD, tapi tidak ada niatan untuk memperbaiki. Tolong pemerintah kabupaten Lumajang agar segera memperbaiki jembatan Tenggi ini kasihan masyarakat,Jum’at,” tutur Kasun Tori. 28/3/2025.
Dari hasil pantauan Peduli Rakyat pengguna jalan jembatan dengan kendaraan roda empat, dan roda dua, bisa capai puluhan kendaraan dan bahkan ratusan kendaraan yang melintas di jalan Jembatan tenggi.
terutama pada saat pagi hari dimana banyak anak sekolah yang melintasi Jembatan tersebut.
Basir


