Mesin Aduhai, sinergi Dunia Akademik dan UMKM Laundry berbasis teknologi di Surabaya.

admin
admin Agustus 20, 2025
Updated 2025/08/20 at 8:07 AM

Foto : Kunjungan Monitoring Prof. Dr. Nur Sayidah , SE, M.Si Ak .dalam kegiatan PKM

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya bekerja sama dengan Universitas Widya Kartika (UWK) Surabaya melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemendiktisaintek tahun 2025. Aktivitas ini berlangsung dari Juli sampai Desember 2025 dan fokus pada pengembangan industri rumah tangga Ratunya Laundry, sebuah usaha mikro kecil yang bertempat di Jalan Bumiarjo No. 106, Kecamatan Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya. Tim yang mengusulkan dipimpin oleh Dr. Nensy Megawati Simanjuntak, S. Pd. , M. Pd. , dibantu oleh dua dosen lainnya, yaitu Dr. Nurhayati, SE. , MSA(HumBis), Ak. , CA dari Unitomo serta Erwin Dhaniswara, A. Md. , S. SI. dari UWK. Selain itu, tiga mahasiswa aktif dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik Informatika, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Dalam pernyataannya, Nensy Megawati menekankan bahwa PKM ini adalah langkah strategis dari para akademisi untuk memberdayakan usaha mikro. “Proposal yang kami ajukan berjudul PKM Bisnis Model Canvas untuk Industri Rumah Tangga Ratunya Laundry di Surabaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan UMKM dengan pendekatan strategis yang berfokus pada inovasi dan model bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya. Selain itu, tim memberikan pelatihan tentang pemasaran digital dan sistem akuntansi agar usaha tersebut dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Tak hanya sebatas pendampingan, tim dosen juga memberikan hibah berupa mesin pengering pakaian inverter yang dijuluki “Mesin Aduhai”. Alat ini diharapkan mampu mempercepat proses produksi, menghemat energi, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah ketatnya industri jasa cuci pakaian. “Dalam substansi penyuluhan kami, konsep tata kelola bisnis laundry ini harus berbasis inovasi. Dengan mesin baru ini, efisiensi operasional semakin meningkat dan peluang pengembangan usaha makin terbuka,” tambah Nensy.

Menanggapi program PKM ini, pemilik bisnis Ratunya Laundry, Hadi Surono, menyampaikan rasa syukurnya. “Bagi kami, bantuan ini sangat berarti. Selain dapat ilmu baru soal manajemen usaha, mesin pengering ini akan sangat membantu mempercepat pelayanan ke pelanggan. Kami jadi lebih percaya diri bersaing dengan usaha laundry lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Prof. Dr. Nur Sayidah Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unitomo, , yang turut hadir dalam kegiatan monitoring, memberikan apresiasi atas program ini. “Melalui sinergi antara dunia akademik dan UMKM, diharapkan Ratunya Laundry mampu tumbuh sebagai role model pemberdayaan usaha rumah tangga berbasis teknologi di Surabaya. Semoga PKM ini tidak hanya memperkuat aspek teknis usaha, namun juga menanamkan semangat inovasi, keberlanjutan, dan adaptasi digital dalam bisnis keluarga,” ujarnya.

Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bantuan dari Kemendikbud Ristek 2025, tim pengusul yang terdiri dari dosen-dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya dan Universitas Widya Kartika (UWK) Surabaya akan melaksanakan program PKM untuk pengembangan usaha rumah tangga “Ratunya Laundry” dari bulan Juli hingga Desember 2025. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Laundry yang terletak di Jalan Bumiarjo No. 106, Kecamatan Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya dipimpin oleh Dr. Nensy Megawati Simanjuntak, S. Pd. , M. Pd. , bersama dua dosen lainnya, yaitu Dr. Nurhayati, SE. , MSA (HumBis), Ak. , CA dari Unitomo dan Erwin Dhaniswara, A. Md. , S. SI. dari Universitas Widya Kartika Surabaya. Di samping itu, tim ini juga mendapatkan dukungan dari tiga mahasiswa aktif yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik Informatika, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Unitomo.

Ditemu di sela-sela kegiatan penyuluhan Nensy Megawati Simanjuntak Ketua Tim PKM menjelaskan bahwa PKM ini merupakan gebrakan baru hadir dari pemberdayaan akademisi pada usaha mikro. ” Proposal yang kami ajukan berjudul “PKM Bisnis Model Canvas pada Industri Rumah Tangga Ratunya Laundry di Surabaya”. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan UMKM melalui pendekatan strategis berbasis inovasi dan model bisnis berkelanjutan”ujar dosen FKIP Unitomo ini. Menurutnya program ini terkait dengan konsep yang sudah di tetapkan Kemendiktisaintek adalah harus berbasis inovasi. ”Dalam substansi penyuluhan kami menawarkan konsep pendukung tata kelola bisnis laundry ini yaitu Digital Marketing dan Accounting dengan harapan bisnis UMKM ini siap bersaing dan berkembang . Disamping itu kami akan menghibahkan perangkat mesin pengering pakaian inverter yang kami juluki “Mesin Aduhai”. Mesin ini siap membantu mempercepat proses operasional laundry sekaligus meningkatkan efisiensi energi dan daya saing usaha di tengah gempuran persaingan industri jasa cuci pakaian”, imbuh Nensy.

Sementara itu Prof. Dr. Nur Sayidah saat dalam kunjungan monitoring PKM ini berharap dengan adanya kegiatan ini banyak industri berskala kecil dapat tyerbantukan tata kelolalny dan segeran naik pangkat. ”Melalui sinergi antara dunia akademik dan UMKM, diharapkan ”Ratunya Laundry” mampu tumbuh sebagai role model pemberdayaan usaha rumah tangga berbasis teknologi di Surabaya. Semoga PKM ini tidak hanya memperkuat aspek teknis usaha, namun juga menanamkan semangat inovasi, keberlanjutan, dan adaptasi digital dalam bisnis keluarga”.ujar Kepala LPPM Unitomo ini.

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *