Gus Iqdam di Unitomo: Pintar Tak Cukup, Harus “Dekengan Pusat”

admin
admin Juni 4, 2026
Updated 2026/06/04 at 1:59 PM

Foto : Ketua YPCU, Rektor Unitomo dan Gus Iqdam duduk bersama jajaran

Surabaya, pedulirakyat.id

Ribuan jamaah memadati Halaman Kampus Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya pada Rabu (3/6/2026) untuk menghadiri “Unitomo Ngaji Bareng Gus Iqdam”, bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-45. Acara yang dimulai sejak sore hari itu diwarnai lantunan salawat dan antusiasme sivitas akademika serta masyarakat.

Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menyatakan syukur atas perjalanan institusi yang hampir mencapai setengah abad. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi unggul secara intelektual sekaligus berakhlak. “Di usia ke-45 ini, Unitomo berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudi pekerti. Ngaji bareng ini momentum untuk memperkuat spiritualitas demi kemajuan pendidikan bangsa,” ujarnya.
Bachrul Amiq, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), menyoroti perlunya sinergi antara nilai akademis dan keagamaan untuk menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, Unitomo harus tetap menjadi pelopor kampus inklusif dan religius. “Dies Natalis kali ini menjadi waktu refleksi. Siraman rohani hari ini memperkuat fondasi karakter sivitas akademika agar kampus tetap tangguh menghadapi dinamika zaman,” kata Bachrul.

Penceramah KH. Muhammad Iqdam Kholid, dikenal sebagai Gus Iqdam, tampil dengan gaya ceramah yang segar dan jenaka namun kaya makna. Pengasuh Majelis Ta’lim Sabilu Taubah itu menekankan pentingnya adab dan pengamalan ilmu. Kepada mahasiswa ia berpesan bahwa kecerdasan akademis saja tidak cukup. “Kunci keberkahan hidup ada pada adab dan ilmu. Kampus sekelas Unitomo harus melahirkan generasi yang pintar sekaligus ‘dekengan pusat’ — melibatkan Allah dalam setiap urusan dan menjaga kedamaian masyarakat,” ujar Gus Iqdam.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan masa depan Unitomo. Kegiatan tahunan ini menegaskan konsistensi Unitomo dalam menggabungkan pendidikan formal dengan penguatan mental-spiritual sivitas akademika.

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *