82 Tim Pelajar Ramaikan LOBB FORBASI 2026, Disiplin dan Kekompakan Jadi Panggung Pembinaan Karakter

admin Mei 30, 2026
Updated 2026/05/30 at 3:29 PM

Foto : Foto Rektor Unitomo, Walikota Sby dan Kepsek Smador bersama Panitia dan peserta Lomba LOBB.

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Pagi itu, halaman SMA Dr. Soetomo Surabaya dipenuhi langkah tegap, aba-aba lantang, dan sorak dukungan yang bersahutan. Sabtu (30/5/2026), suasana sekolah berubah menjadi arena kompetisi yang meriah saat 82 tim pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Surabaya mengikuti Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB) dalam ajang Kejuaraan Cabang (KEJURCAB) Forum Baris Indonesia (FORBASI) Kota Surabaya 2026.

Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda. Di hadapan para juri, peserta tidak hanya dituntut tampil rapi dan kompak, tetapi juga menunjukkan disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan sportivitas dalam setiap gerakan.

Peserta datang dari berbagai sekolah dengan semangat yang sama: tampil terbaik. Kategori yang dipertandingkan meliputi U-12 untuk tingkat SD, U-15 untuk SMP, dan U-19 untuk SMA. Dari pagi hingga lomba berlangsung, area pertandingan dipenuhi semangat para guru, orang tua, dan suporter yang memberi dukungan penuh kepada tim masing-masing.
Kejuaraan tahun ini memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya dan Piala Rektor Universitas Dr. Soetomo. Kehadiran dua piala bergengsi itu menambah semangat para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Setiap tim membawa kebanggaan sekolah, sekaligus harapan untuk pulang dengan prestasi.

Plh. Wali Kota Surabaya, Ir. Armuji, M.H., membuka kegiatan tersebut dan memberi pesan kuat kepada para pelajar agar menjadikan disiplin sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jangan pernah takut bermimpi setinggi-tingginya. Disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang kalian pelajari melalui baris-berbaris hari ini akan menjadi bekal untuk meraih cita-cita dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Armuji menegaskan, Pemerintah Kota Surabaya mendukung kegiatan seperti ini karena olahraga baris-berbaris bukan hanya soal gerak serempak, tetapi juga soal pembentukan watak. Menurut dia, pelajar perlu ruang pembinaan yang mampu menanamkan nilai kebangsaan sejak dini, dan lomba seperti ini menjadi salah satu sarana yang efektif.
Dari sisi perguruan tinggi, dukungan datang dari Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H. Ia menilai FORBASI telah konsisten menghadirkan kegiatan positif yang memberi nilai lebih bagi pelajar.

Baginya, baris-berbaris bukan semata latihan fisik, melainkan proses membangun kekompakan, kebersamaan, dan jiwa kepemimpinan. Nilai-nilai itu, kata dia, sangat dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi dunia yang makin kompetitif.
“Kalian adalah generasi emas Indonesia. Disiplin, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang kalian pelajari melalui baris-berbaris hari ini adalah bekal untuk menjadi pemimpin dan penerus bangsa di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Unitomo memberikan Piala Rektor sebagai bentuk penghargaan atas semangat juang peserta. Selain itu, kampus membuka kesempatan bagi siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa yang tersedia.

Di tengah semarak lomba, Kepala SMA Dr. Soetomo Surabaya, Drs. H. Mukhlish, M.Si., menyampaikan kebanggaannya karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat kota tersebut. Menurutnya, ajang ini bukan hanya prestasi bagi peserta, tetapi juga bentuk pendidikan karakter yang nyata.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu menyalurkan bakat dan potensi pelajar dalam kegiatan positif dan kompetitif. Semangat sportivitas dan disiplin yang ditanamkan melalui lomba baris-berbaris sangat penting bagi pembentukan karakter siswa,” katanya.

Di lapangan, semangat itu terlihat jelas. Setiap tim tampil dengan formasi yang telah dipersiapkan matang, gerakan yang serempak, dan variasi atraktif yang memadukan keterampilan teknis dengan unsur kreativitas. Sorak penonton menambah panas suasana, sementara para peserta berusaha menjaga fokus di tengah tekanan kompetisi.

Bagi FORBASI, kejuaraan ini bukan hanya agenda tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk generasi muda. Melalui lomba baris-berbaris, pelajar dilatih untuk bekerja sama, patuh pada aturan, menghormati proses, dan percaya diri tampil di depan publik.
Dari ajang seperti inilah karakter kepemimpinan ditempa. Bukan lewat ceramah panjang, melainkan lewat langkah yang serempak, komando yang tegas, dan kebersamaan yang dibangun di lapangan.
KEJURCAB FORBASI 2026 pun meninggalkan pesan yang kuat: pendidikan karakter bisa hadir dalam bentuk yang menyenangkan, kompetitif, dan membangkitkan semangat. Di tengah riuh tepuk tangan dan derap langkah para pelajar, Surabaya kembali menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda bisa dilakukan dengan cara yang disiplin sekaligus membanggakan.

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version