Surabaya, pedulirakyat.id
Kompetensi memasak (olah makanan) bagi siswa kelas 3 Kuliner SMK Satya Widya Surabaya sudah mendekati yang diinginkan Dunia Kerja dan Dunia Industri (Dudi), demikian Prisna Andreanus Effendi, M. Pd, Guru Kuliner.
“Melalui pelatihan tiga kali praktik dalam satu resep, Insya Allah siswa sudah bisa. Seperti masakan Asia Tenggara, yaitu masakan Malaysia, Thailand, Vietnam dan Singapura. Contoh masak Nasi Lemak Malaysia, Nasi Dagang Malaysia, Lumpiang Shanghai,” papar alumni S2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini tatkala melatih siswa kelas 3 Kuliner di Dapur Praktik.
Lebih lanjut guru yang enerjik ini mengutarakan bahwa yang dikehendaki dan sesuai standar Dudi adalah ketangkasan, kecepatan serta kebersihan.
“Utamanya ialah bersih. Apalagi saat platting,” tambah Pak Prisna, panggilan kesehariannya, dengan serius.
Sudah acap kali lomba memasak diadakan. Baik tingkat lokal, regional maupun nasional. Seperti Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Acara ini pernah diadakan di Bojonegoro, Tulungagung, Jember, Malang, Surabaya dan kota lainnya lagi. Juri juga dari kalangan praktisi. Secara umum para siswa sekolah kejuruan dalam kompetisi di ajang LKS sudah memadai. Artinya, baik ilmu pengetahuan tentang memasak, maupun praktiknya sudah mumpuni. Setidaknya sudah sesuai dengan standar Dudi.
Poedianto


