Surabaya, pedulirakyat.id
Usaha manusia untuk perbaikan kehidupan itu selalu melalui sebuah proses tahap demi tahap. Hasil kurang baik, diperbaiki, hasil masih saja belum benar, dibenarkan. Dus dengan demikian, bila sebuah usaha hasilnya masih kurang benar, maka harus dibenarkan. Nah, usaha keras inilah kemudian muncul kreatif dan inovatif.
Drs. Ec. Margiono, MM, Ni Made Aryani, SE, keduanya guru kewirausahaan, penguji praktik kewirausahaan siswa kelas 12 dalam Ujian Praktik Sekolah (UPS) SMK Satya Widya Surabaya.
Jumawa, tidak bermaksud demikian, sekolah kejuruan yang beralamatkan di Jalan Karang Menjangan 118 Surabaya ini menjalankan ujian praktik dan ujian teori selama 12 hari dan diuji oleh para praktisi serta guru-guru handal. Ujian praktik agama, olahraga, IPA, kuliner, pariwisata, perhotelan. Ujian teori PKN, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, matematika dan lainnya.
Ni Made Aryani, SE, mengutarakan untuk penilaian ujian kewirausahaan ditinjau dari kreatifitas, rasa, tampilan, kerjasama tim, kebersihan dan lainnya lagi.
Sementara Drs. Ec. Margiono, MM, menerangkan bahwa betapa pentingnya implementasi dari teori.
“Hasil sebuah teori adalah praktik. Seperti ujian praktik kewirausahaan ini. Es milky jelly, es teh, syireng, tomyum, cheese cuit dan sebagainya.
“Harapan kami, siswa bisa mengembangkan jiwa wirausaha,’ tambah Bu Made, sapaan akrabnya.
Poedianto


