Suasana Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 di Denpasar Penuh Ritual

admin Maret 29, 2025
Updated 2025/03/29 at 11:27 PM

Denpasar, pedulirakyat.id

Hari Raya Nyepi tahun 1947 di Denpasar dan seluruh umat Hindu di pulau Bali khitmad dalam menjalankan ibadahnya.

Seperti banyak diketahui seluruh umat di dunia ini, perayaan Nyepi itu ada tiga hal yang wajib dipatuhi. Tidak menyalakan api, tidak makan dan minum, tidak bepergian.

Seperti dalam pantauan wartawan pedulirakyat.id di Jl. Gunung Antena Banjar Padang Sumbu Klod tampak sepi dan seluruh warga umat Hindu berdiam diri dalam rumah ataupun berdiam diri pura pura.

Meski demikian warga umat Hindu sangat romantis hidup berdampingan bersama umat beragama lain. Begitu juga umat beragama lain sangat toleran, mereka umat Muslim yang pada Senin 31 Maret 2025 menjalani lebaran Idul Fitri, jauh hari mereka sudah bepergian mudik jauh sebelum perayaan Nyepi.

Juga tak ketinggalan, para turis asing pun juga menghormati selama perayaan Nyepi.

Para turis pun berdiam diri di tempat tempat mereka tinggal sementara. Untuk menjagai ketertiban dan menjaga situasi apabila sewaktu waktu ada masalah, maka dikampung kampung, di desa desa punya Pecalang tugasnya mengamankan situasi serta kondisi.

Sebelum tiba saatnya perayaan Nyepi, didahului perayaan Ogoh Ogoh. Acara ini sangat menarik wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Perayaan ini mempertahankan seni budaya masyarakat di Bali. Karena perayaan Ogoh Ogoh memacu kreatifitas masyarakat dalam membuat rangkaian patung patung kertas.

BUDIONO

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version