Surabaya, pedulirakyat.id
Esensi pendidikan membentuk siswa pintar, berwawasan, bersikap terpuji dan mempunyai etika luhur. Kesemuanya menuju siswa mandiri.
Rian Kurnia Dewangga, S. Sos, Wakil Kepala SMA Ipiems Surabaya mengutarakan bahwa kemandirian siswa adalah harapan masyarakat luas. Tatkala sosialisasi program sekolah kepada orang tua murid kelas 10 (26 Juli 2025), disela-sela acara tersebut, Pak Rian, panggilan kesehariannya, memaparkan bahwa sekolah mempunyai program: Program Pendampingan Studi Lanjut, Program Pendampingan Studi Luar Negeri, Delapan Dimensi Profil Lulusan. Seperti, Ciptakan Karakter, Kemandirian, Kewarganegaraan, Kewirausahaan, Kesehatan dan lainnya.
Dengan nada yang sama, Widodo, MT, Dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, mengatakan seyogyanya setiap siswa harus mempunyai jiwa mandiri.
“Coba dipikir, belajar dari jenjang SD, SMP SMA dan tamat, sudahkah siswa bisa mandiri. Misal, penguasaan bahasa Inggris seharusnya sudah bisa berkomunikasi dengan memakai bahasa Inggris. Kan mulai SD hingga SMA sudah diajarkan bahasa Inggris. Bidang Public Speaking, mustinya juga belajar “Pranoto Coro,” perhelatan perkawinan (Temanten Jawa). Sudah barang tentu dengan menggunakan bahasa Jawa yang halus. Nah, semua itu yang dinamakan mempunyai kemandirian. Siswa setelah lulus, akan bisa mandiri kalau mempunyai kompetensi,” paparnya serius.
Poedianto


