Santri, Ulama dan Kiai Kota Probolinggo Lakukan Aksi Damai Tuntut TRANS 7 Diboikot Aksi di Depan Gedung Dewan

admin
admin Oktober 21, 2025
Updated 2025/10/21 at 10:48 AM

Probolinggo, pedulirakyat.id

Telah dilaksanakan aksi unjuk rasa dari Aliansi Santri Alumni Pondok Pesantren Se Kota Probolinggo, diikuti oleh sekitar 200 orang. Sebagai penanggungjawab kegiatan ini,  Satriyo, H. Miguno, S.Sos., S.H (Koordinator Aksi). Sebelumya informasi Massa Aksi berasal dari PC Anshor Kota Probolinggo : 150 orang, PMII Probolinggo : 100 orang, ISNU : 20 orang, PC Muslimat NU Kota Probolinggo : 300 orang, Sarbumusi Kota Probolinggo : 20 orang, Fatayat NU Kota dan kabupaten Probolinggo : 100 orang, Pagar Nusa Kota Probolinggo : 20 orang, Estimasi Massa aksi : 710 Orang. Dari hasil yang di himpun koresponden peduli mrakyat.id,  menegaskan tuntutan aksi, Usut tuntas atas tayangan Xpose Uncensored, Pencabutan izin siaran Trans7.

Dalam aksi itu, Alat Peraga dan Peralatan Pendukung aksi, 2 Unit Mobil Komando bersound sistem, Bendera Organisasi, Poster/banner yang bertuliskan, Jangan hina pesantrenku,Tolak Perda Miras,Trans 7 tak beradab, NDerek Kyai sampai matie,Boikot Trans 7, Kuli Santri manut Kyai,Muslimat Jaya,Kami Cinta Pesantren,Muslimat hebat Pesantren kuat,Amankan Kota Probolinggo.

Rangkaian kegiatan. Pukul 11.30 WIB. Massa Aksi berkumpul dan melaksanakan konsolidasi di Museum Probolinggo, jalan Suroyo No.25, Kel. Tisnonegaran Kec Kanigaran Kota Probolinggo,
Pukul 12.00 WIB. Arahan Drs. H. Arba’i Hasan (ketua PCNU Kota Probolinggo) yang intinya,
Pada siang hari ini kita berkumpul untuk melakukan gerakan kepedulian terhadap kyai dan pondok pesantren kita. Sebagai santri, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyuarakan kepedulian ini melalui aksi damai yang penuh dengan hikmah dan kebijaksanaan.Saya berharap dengan sepenuh hati, aksi yang kita laksanakan hari ini akan berjalan dengan sejuk dan damai. Marilah kita menyalurkan aspirasi kita dengan cara yang santun, beradab, dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang selama ini kita pelajari dari para kyai kita.

Kepada pihak berwajib yang hadir, saya sampaikan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran. Ansor dan Banser adalah organisasi yang cinta damai. Kami dari Nahdlatul Ulama berkomitmen penuh untuk menjaga kondusifitas wilayah. Kami datang bukan untuk membuat kegaduhan, tetapi untuk menyampaikan suara hati kami dengan penuh tanggung jawab.

Kita semua memiliki hak untuk menyalurkan suara kita sebagai warga negara.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada seluruh peserta yang hadir agar tetap tertib selama pelaksanaan aksi ini. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah santri yang berakhlak mulia, yang mampu menyuarakan kebenaran dengan cara yang benar.

Pukul 12.20 WIB. Selanjutnya massa aksi melaksanakan Longmarch menuju ke depan Kantor DPRD Kota Probolinggo di Jalan Suroyo No.27, Kel. Tisnonegaran, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo.
Pukul 12.30 WIB. Massa Aksi tiba didepan Kantor DPRD Kota Probolinggo, selanjutnya melaksanakan Orasi, diantaranya disampaikan oleh, Salamul huda (Ketua PC GP Anshor) yang intinya,
Hari ini saya berdiri di hadapan kalian semua dengan hati yang terluka. Narasi yang ditayangkan oleh Trans 7 telah melukai hati kami. Melukai hati jutaan santri di seluruh Indonesia. Melukai hati mereka yang mencintai kyai dan pondok pesantren, Pesantren telah berdiri kokoh di bumi pertiwi ini jauh sebelum Indonesia merdeka. Ketika bangsa ini masih dijajah, pesantrenlah yang menjadi benteng perjuangan. Ketika rakyat masih tertindas, pesantrenlah yang memberikan pencerahan. Kyai-kyai kita adalah pahlawan yang mengajarkan ilmu dan membangkitkan semangat kemerdekaan, Banser, NU, dan Pagar Nusa di sini menyatakan sikap kami dengan tegas, Kami siap mati untuk kyai-kyai kami. Bila kami diperintahkan untuk membakar gedung Trans 7, itu akan kami lakukan, kami tidak melakukan hal tersebut. Mengapa? Karena kami adalah santri yang beradab, dan kyai2 kami tidak memerintahkan hal tersebut, Kami adalah santri yang taat pada hukum, Kami menyalurkan aspirasi dengan cara yang santun dan bermartabat, Satriyo H. Miguno, S.Sos., S.H (Koordinator Aksi) yang intinya, Kami datang untuk menyampaikan aspirasi yang berasal dari luka hati kami. Luka yang dalam. Luka yang dirasakan oleh jutaan santri di seluruh nusantara.
Saudara-saudara yang saya hormati,
Sudah sepantasnya kita semua mengakui bahwa santri memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan bangsa ini. Lihatlah ke seluruh pelosok negeri! Banyak kepala-kepala daerah yang berasal dari santri. Mereka adalah produk pesantren. Mereka adalah murid-murid kyai yang kini memimpin daerah, membangun masyarakat, dan mengabdi untuk kemajuan bangsa, Santri bukan hanya sebatas simbol. Santri adalah kekuatan nyata yang telah berkontribusi nyata bagi negeri ini. Dari desa hingga kota, dari kabupaten hingga provinsi, jejak santri selalu ada dalam setiap lini pembangunan, Harapan kami sangat sederhana namun sangat penting, agar aspirasi kami tersampaikan dengan baik. Kami datang dengan hati yang tulus, dengan niat yang lurus, dan dengan harapan yang besar bahwa suara kami akan didengar, dipahami, dan ditindaklanjuti, Drs. H. Arba’i Hasan (ketua PCNU Kota Probolinggo) yang intinya, kita bersyukur pada siang hari ini masih diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk melaksanakan aksi ini, Pada tanggal 13 Oktober yang lalu, kami telah difitnah dan dilecehkan oleh Trans 7. Mereka tidak paham bagaimana peran besar pesantren bagi bangsa ini, Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjuangan ini. Perlu ditegaskan, kami sangat mencintai bangsa dan negara ini. Aksi hari ini adalah perintah langsung dari para kyai kami, para masyayikh yang ada di Kota Probolinggo, Kami memiliki rekomendasi yang kami harap dapat disampaikan dan diteruskan. Dalam kesempatan ini, kami serahkan kepada Bapak Kapolres dan Pimpinan Dewan untuk menindaklanjuti aspirasi kami.
Pukul 12.55 WIB. Pembacaan Tuntutan Aliansi Santri Alumni Pondok Pesantren Kota Probolinggo yang dibacakan oleh salamu Huda (Ketua PC GP Anshor Kota Probolinggo, yang isinya sbb :
Tayangan “Xpose Uncensored” di Trans7 telah menimbulkan stigma negatif terhadap pesantren dan kiai, serta menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan pembelaan terhadap kehormatan pesantren, kami dari Aliansi Santri Alumni Pondok Pesantren Kota Probolinggo menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap sebagai berikut, Menuntut agar Transmedia sebagai induk dari Trans7 mengaudit setiap karyawan yang terindikasi beragenda salafi/wahabi (radikalisme), sehingga tidak lagi menciptakan kegaduhan di dunia penyiaran, Menuntut Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) RI memperketat pengawasan terhadap konten siaran yang berpotensi menimbulkan fitnah, kebencian, dan polarisasi sosial, serta menjatuhkan sanksi sesuai Undang-Undang Penyiaran, Menuntut sanksi hukum tegas terhadap Trans7, baik berupa teguran keras, penghentian sementara program, maupun kewajiban menayangkan konten edukatif tentang peran pesantren dan kiai bagi bangsa, Mendesak DPRD Kota Probolinggo menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan penyiaran nasional dan menindak tegas pelanggaran serupa di masa depan, Menuntut Trans7 mengungkap identitas narator dan tim produksi tayangan “Xpose Uncensored” yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penayangan konten tersebut, serta menuntut permintaan maaf langsung dari pihak terkait, Menyerukan Trans7 agar menayangkan program “Khazanah Pesantren” yang menampilkan wajah pesantren secara bijak, objektif, dan mendidik, sesuai nilai Islam rahmatan lil ‘al
Pukul 13.00 WIB. Penyerahan Tuntutan dan pernyataan sikap Kepada Kapolres Probolinggo dan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo
Pukul 13.05 WIB, Penyampaian Santi Wilujeng (Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo) yang intinya,
Selamat datang kepada massa aksi di Kantor DPRD Kota Probolinggo, Saya tegaskan di sini, kami DPRD Kota Probolinggo tidak akan diam ketika para ulama dan kyai kita di-faming dan dilecehkan. Ini adalah pelanggaran serius terhadap etika dan pola kebangsaan kita,
Kami mendukung penuh langkah hukum yang akan ditempuh, Kami menyerukan kepada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) untuk bertindak tegas dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi, Ketika kyai dan ulama kita dihina, maka derajat bangsa kita juga sedang dilecehkan. Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi.
Pukul 13.10 WIB. Penyampaian AKBP Rico Yumasri, S.I.K., M. I.K (Kapolres Probolinggo Kota) yang intinya,
Berterimakasih atas pelaksaan aksi yamg dilaksanakan dengan damai, Bahwa aspirasi rekan2 semua akan ditindaklanjuti dan tersalurkan.
Pukul 13.15 WIB. Pembacaan Doa.
Pukul 13.25 WIB. Kegiatan aksi unjuk rasa dari Aliansi Santri Alumni Pondok Pesantren Se Kota Probolinggo selesai. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman, Pendapat Pelapor
Latar Belakang Kegiatan Aksi Bela Kyai dan Pesantren oleh Aliansi Santri Alumni Pondok Pesantren Se Kota Probolinggo dilatarbelakangi oleh munculnya tayangan program “Xpose Uncensored” yang dianggap menyinggung serta tidak menghormati simbol-simbol keagamaan dan lembaga pesantren. Hal tersebut memicu reaksi kolektif dari kalangan santri dan alumni pondok pesantren untuk melakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan kyai dan pesantren.
Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pernyataan sikap dan aspirasi secara terbuka terhadap konten siaran yang dinilai melecehkan simbol keagamaan. Tujuan utamanya adalah menuntut Pengusutan tuntas terhadap tayangan“Xpose Uncensored”serta Pencabutan izin siaran stasiun televisi Trans7. Selain itu, aksi ini juga bertujuan mengonsolidasikan solidaritas santri dan alumni pesantren dalam membela marwah pesantren dan ulama.
Menambahkan dalam aksi tersebut berjalan lancar dan kondusif,

 

Rohim

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *