Sambut Tahun Ajaran 2026/2027, Guru SD Muhammadiyah 13 Surabaya Jalani Psikotes dan Raker Strategis

admin
admin Juni 27, 2026
Updated 2026/06/27 at 4:34 PM

Foto: Suasana Raker Strategis Guru SDM 13 Surabaya

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Menyongsong tahun pelajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah 13 Surabaya membuka rangkaian kerja dengan menggelar Rapat Kerja (Raker) guru dan karyawan yang difokuskan pada pemetaan potensi sumber daya manusia sekolah. Pada hari pertama Raker, seluruh tenaga pendidik mengikuti psikotes massal sebagai bagian dari strategi penguatan kompetensi dan kesiapan mental.

Kegiatan yang dipandu langsung oleh pakar psikologi sekaligus Anggota Majelis Dikdasmen PDM Kota Surabaya, Dra. Marini, S.Psi., M.Psi., dirancang untuk mengidentifikasi kekuatan, area pengembangan, dan kecocokan peran setiap guru. Hasil asesmen ini diharapkan menjadi dasar penyusunan program pengembangan profesional yang lebih tepat sasaran dan pengaturan pembagian tugas yang lebih efektif.

Psikotes tersebut selaras dengan tema Raker tahun ini: “Melompat Lebih Jauh: Membangun Aksi Kolektif Menuju Sekolah Inklusif, Reflektif, dan Berkarakter.” Dalam pendampingannya, Dra. Marini menegaskan bahwa peran guru kini melampaui fungsi transfer pengetahuan; guru dituntut menjadi fasilitator yang peka terhadap perbedaan dan kebutuhan individual siswa. Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap profil psikologis guru, sekolah berharap tercipta ruang belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan holistik peserta didik.

Pembukaan Raker dihadiri langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Amang Muazam. Dalam sambutannya, Amang menekankan urgensi perubahan paradigma kerja kolektif bagi pencapaian mutu pendidikan. “Tema Raker kita bukan sekadar slogan. ‘Melompat Lebih Jauh’ menuntut langkah nyata: bergerak bersama, tidak berdiam pada rutinitas. Sekolah yang kuat lahir dari kerja tim yang solid,” ujarnya.

Amang menambahkan bahwa tiga pilar Raker — inklusivitas, reflektivitas, dan pembentukan karakter — menjadi fokus arah kebijakan dan program sekolah ke depan. Pelaksanaan psikotes pada hari pertama dimaksudkan untuk memastikan kesiapan mental dan spiritual guru dalam mewujudkan visi tersebut, serta memudahkan perencanaan intervensi profesional yang sesuai.

Sesi hari pertama ditutup dengan diskusi interaktif antara panitia Raker, tim Majelis Dikdasmen, dan para guru. Dialog tersebut membuka peluang sinkronisasi persepsi dan langkah strategis untuk menyusun program pengajaran serta pelatihan yang relevan berdasarkan temuan psikotes.

Dengan pemetaan kompetensi dan kesiapan mental yang semakin jelas, SD Muhammadiyah 13 Surabaya menegaskan kesiapan menyambut siswa pada tahun pelajaran 2026/2027 dengan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan berorientasi karakter.

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *