Sby, pedulirakyat.id
Fitri Indah Suradiana, S. Pd, Guru Kimia SMA Dr. Soetomo Surabaya merasa bersyukur bahwa 248 siswa baru telah menjalankan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
“MPLS di sekolah kami sudah memakai kurikulum merdeka. Interaktif sesama siswa atau siswa dan guru sangat kental. Apalagi di sekolah kami ada banyak ekstra kurikuler. Tentunya padat kegiatan. Ada paskib, cheer leader, paduan suara, broadcast dan banyak lagi. Semua itu akan memperkaya khasanah pendidikan,” ujarnya.
Sama halnya Pambudi, S. Pd, Waka Kesiswaan SMA Negeri 4 Surabaya mengemukakan bahwa sekolahnya juga mempunyai 18 ekstra kurikuler. Ada ekstra kurikuler seni, olahraga dan lainnya. Tahun ini juga mempunyai 9 kelas untuk siswa kelas 10.
Ekstra kurikuler sangat penting perannya bagi pendidikan di sekolah. Ekstra kurikuler sangat membantu siswa dalam memupuk minat dan bakat siswa.
“Sudah barang tentu harus dilatih dengan sungguh-sungguh. Baik hard skill maupun shof skill. Bahkan dalam waktu dekat sekolah kami akan mendatangkan guru tamu. Ini sudah kami program. Misal guru digital, guru jurnalistik atau guru tamu bidang lainnya. Tentu saja secara periodik,” papar Akhmad Fauzi, SE, Kepala SMA-SMK Ipiems Surabaya dengan didampingi Waka Humas Rian Kurnia, S. Sos di ruang kerjanya.
Ekstra kurikuler bila ditekuni tak mustahil akan menghasilkan siswa-siswa handal dibidangnya. Buktinya siswa SMA-SMK Ipiems Surabaya menorehkan Iqbal meraih medali emas bidang olahraga angkat besi dan Lailatul Qodriah meraih medali perunggu bidang olahraga lari pada pekan olahraga Provinsi Jawa Timur dan Rahma Cahya Ariani bidang sains kimia di olimpiade sains beberapa waktu lalu.
“Tentu saja SDM dan tranformasi pendidikan harus jalan,” tambah Rian Kurnia serius.
Dalam waktu yang sama, Wulan Oktavia dan Bunga Ester, pengurus Osis SMA Ipiems Surabaya, juga mempunyai cita-cita jadi dokter.
“Kami bercita-cita jadi dokter karena ingin melayani masyarakat,” kata keduanya di sela-sela acara MPLS.
Ziticen – Poedianto

