Pengenalan bidang studi bahasa dan sastra Indonesia, fakultas Ilmu Budaya Universitas Negri Arlangga Surabaya.
Surabaya, pedulirakyat.id
Sudah menjadi asumsi umum, bahwa keinginan mengunjungi perpustakaan sekolah banyak siswa sudah enggan. Apalagi memilih buku dan membacanya. Padahal banyak orang bijak (Wasis) yang menasehati bahwa dengan “membaca” jendela cipta dan karsa menjadi terbuka. Pada ujungnya bisa berwawasan panjang, luas dan saintifik.
“Itu semua karena metode dan sistem perpustakaan sekolah masih cara lama. Padahal kini sudah era digitalisasi. Buku-buku di dalam perpustakaan harus diganti dengan sistem internet. Siswa kita sudah era google, era ebook. Sistem ini, begitu buka, langsung baca. Nah, disini perpustakaan sekolah harus difasilitasi oleh negara,” jelas Drs. Yoni Triono, MM, Bendahara Sekolah SMK Mahardhika Surabaya.
Drs. Yoni Triono MM
Dalam waktu yang sama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya mengadakan acara pengenalan mahasiswa baru (2025).
“Acara ini tentang pengenalan mahasiswa baru dengan para dosen dan sesama mahasiswa,” ujar Dr. Mochtar Lutfi, Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.
Poedianto


