Malang, pedulirakyat.id
Pelatihan Pembudidayaan Sayuran Hidroponik diselenggarakan di desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, bimbingan BLK Wonojati Pertanian, resmi ditutup pada Sabtu, 22 November 2025.
Kegiatan ini merupakan program pelatihan berbasis kompetensi yang didanai melalui Program APBD dan dilaksanakan secara MTU (Mobile Training Unit) oleh Disnakertrans Pemprov Jatim BLK Wonojati Pertanian.
Acara penutupan dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Kepala Desa Pakisjajar, Anggota DPRD Kabupaten Malang , Tim Yayasan Pilar Masyarakat Tangguh, Ketua RW V serta Tim BLK Wonojati yang dipimpin oleh Ibu Ratna Wirastyani, SP., M.Sos.
Pelatihan Gratis dan Berfasilitas Lengkap
Pelatihan hidroponik yang berlangsung selama 18 hari, mulai tanggal 3 hingga 22 November 2025, diberikan secara gratis kepada masyarakat Desa Pakisjajar. Peserta memperoleh berbagai fasilitas berupa baju kerja, instalasi hidroponik, serta materi dan ilmu pengetahuan terkait teknik budidaya sayuran hidroponik.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan praktik intensif yang mencakup:
• Pesemaian benih sayuran hidroponik
• Pembuatan 16 instalasi hidroponik
• Pemasangan instalasi dan uji kelayakan
• Proses penanaman dan perawatan tanaman
• Pembuatan pupuk organik serta pupuk kimia.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, kompak, dan penuh semangat selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Penyampaian Pesan dari Para Hadirins
Pada acara penutupan, masing-masing perwakilan memberikan pesan dan motivasi bagi para peserta:
• Kepala Desa Pakisjajar menyampaikan, “Belajarlah dengan terus karena dalam bertani akan berhadapan hama.
• Anggota DPRD Kabupaten Malang memberikan semangat, “Kembangkan ilmu yang sudah didapat agar sukses.”
• Perwakilan Yayasan Masyarakat Tangguh menambahkan, “Ilmu yang sudah didapat dapat dikembangkan di dalam greenhouse yang sudah ada sehingga menjadi contoh bagi masyarakat.”
• Ibu Ratna Wirastyani, SP., M.Sos (BLK Wonojati) mengatakan, “Pelatihan pembudidayaan sayuran hidroponik disamping mendapatkan ilmu dan keterampilan, peserta juga mendapatkan instalasi hidroponik sehingga dapat diaplikasikan di rumah.
Nurkholis, S.Hut, MP sebagai Instruktur Pertanian BLK Wonojati mengatakan “Belajarlah terus, bangkitkan pertanian dan tularkan ilmunya ke orang lain”
Penutupan Resmi
Pelatihan hidroponik secara resmi ditutup oleh Kepala Desa Pakisjajar, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan keterampilan bertani modern, khususnya teknik hidroponik yang semakin relevan di era pertanian berkelanjutan.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan masyarakat Desa Pakisjajar mampu mengembangkan budidaya hidroponik secara mandiri, memanfaatkan instalasi yang telah diberikan, dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Malang.
Nur


