Surabaya, pedulirakyat.id
Dr. Untung Lasiyono, Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berpendapat bahwa guru-guru BK, guru PKN, guru Agama dan guru lainnya, adalah sebagai pemandu proses pendidikan karakter bagi anak didik.
“Implementasinya melibatkan guru-guru BK. Penguatannya jam pemberian materi di kelas ditambah.,” ujarnya.
Di sisi lain Firmansyah. S. Psi, S. Pd, Kepala MI Sunan Giri Surabaya dan H. Abdul Hadi, AMA. Pd, sebagai penasehat, keduanya mengatakan bahwa yang utama ialah pendidikan akhlak. Upaya membentuk siswa berbudi luhur, sikap terpuji. Baik berhubungan dengan Allah, maupun dengan guru, orang tua, dan pergaulan sesama teman.
Lebih lanjut Firmansyah memaparkan bahwa MPLS di sekolah yang dipimpinnya memakai tema Moderasi Beragama.
“Artinya rukun dan saling menghargai keyakinan masing-masing,” kata Firmansyah di ruang kerjanya.
“Yang utama, guru harus memberi teladan baik. Guru harus sebagai panutan,” tambah Pak Hadi, sapaan akrabnya.
Pendidikan karakter (character building) adalah inti dasar dalam pendidikan. Karakter adalah pondasi dari kehidupan bermasyarakat. Baik di dunia kerja atau dunia pendidikan. Bangunan bawah karakter, bangunan atas ilmu pengetahuan dan teknologi. Apabila sudah demikian halnya, maka hubungan-hubungan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan harmoni.
Poedianto


