Surabaya, pedulirakyat.id
Dr. Mochtar Lutfi, SS. M. Hum, Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya mengutarakan bahwa literasi anak bisa. Baik anak usia sekolah dasar hingga usia sekolah menengah (SD, SMP, SMA). Namun semuanya itu harus didorong oleh guru dan orang tua.
“Misal, anak diajari mereview makanan, mereview sejarah atau mereview lainnya. Lantas direkam. Apalagi apabila kemudian menjadi viral. Ini semua bisa terlaksana bila guru dan orang tua senantiasa mendorongnya. Nah, kalau sudah demikian saya optimis literasi anak bisa terwujud,” kata pria kelahiran Pacitan 4 Oktober 1968 ini serius.
Lebih jauh, Pak Mochtar, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang penguatan budaya membaca, dalam peraturan tersebut, pelajaran sastra sudah masuk di kurikulum.
“Harapan kita semua, kurikulum terintegritas ini akan membuahkan anak-anak senang membaca cerita-cerita. Misal, cerita-cerita yang tidak berat. Dan pada gilirannya berdampak bahwa anak akan senang membaca bacaan-bacaan lain, termasuk bacaan sastra. Kalau sudah demikian halnya, anak juga gemar menulis puisi, komik, bahkan animasi,” papar Pak Mochtar
Bapak enam putra (3 putra-3 putri) ini lulus S1 dari UNS Solo, S2 dari UNPAD Bandung dan S3 dari UNAIR Surabaya.
Poedianto


