Surabaya, pedulirakyat.id
Museum Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Museum Sejarah
Museum Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya menyimpan berbagai naskah lama (kuno), arsip-arsip sejarah, keris Aceh, keris Lombok, keris Bali, keris Kalimantan, keris Jawa, wayang kulit Bali, wayang kulit Jawa, berbagai mata uang, baik logam maupun kertas, keramik kuno, film dokumen kampung Arab, kampung Pecinan, film berbagai tempat sejarah, gedung-gedung bersejarah, buku-buku lama berbahasa Belanda, Inggris, Jawa (memakai huruf Jawa), lukisan Bung Karno, RA. Kartini, kamus, peta, jurnal dan sumber-sumber sejarah lainnya.
Museum ini mengemban visi, sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa dan khalayak ramai. Mempunyai misi, menghimpun, mengelola, melestarikan, mengkaji dan mengkomunikasikan kepada masyarakat.
Museum ini sudah dikunjungi berbagai mahasiswa Filipina, Vietnam, Brune Darussalam, Jepang dan para siswa Indonesia sendiri, dari SD, SMP, SMA, SMK serta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Museum ini juga bagian dari Jaringan Museum Perguruan Tinggi (JMPTI) di Indonesia
“Kami akan terus mengembangkan museum ini. Kami juga menerima sumbangan berupa berbagai benda-benda bersejarah, buku-buku sejarah dan lainnya,” kata Edy Budi Santoso, M. Pd, Kepala Museum Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.
***
Poedianto. Surabaya menyimpan berbagai naskah lama (kuno), arsip-arsip sejarah, keris Aceh, keris Lombok, keris Bali, keris Kalimantan, keris Jawa, wayang kulit Bali, wayang kulit Jawa, berbagai mata uang, baik logam maupun kertas, keramik kuno, film dokumen kampung Arab, kampung Pecinan, film berbagai tempat sejarah, gedung-gedung bersejarah, buku-buku lama berbahasa Belanda, Inggris, Jawa (memakai huruf Jawa), lukisan Bung Karno, RA. Kartini, kamus, peta, jurnal dan sumber-sumber sejarah lainnya.
Museum ini mengemban visi, sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa dan khalayak ramai. Mempunyai misi, menghimpun, mengelola, melestarikan, mengkaji dan mengkomunikasikan kepada masyarakat.
Museum ini sudah dikunjungi berbagai mahasiswa Filipina, Vietnam, Brune Darussalam, Jepang dan para siswa Indonesia sendiri, dari SD, SMP, SMA, SMK serta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Museum ini juga bagian dari Jaringan Museum Perguruan Tinggi (JMPTI) di Indonesia
“Kami akan terus mengembangkan museum ini. Kami juga menerima sumbangan berupa berbagai benda-benda bersejarah, buku-buku sejarah dan lainnya,” kata Edy Budi Santoso, M. Pd, Kepala Museum Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.
Poedianto


