
SBY, pedulirakyat.id
Segala upaya lembaga pendidikan sudah dilakukan agar siswa gemar membaca. Bahkan literatur berupa buku-buku hal ilmu pengetahuan dan teknologi sudah mudah didapat, namun minat baca masih kurang tampak hasilnya. H. Akhir Purnomo, M. Pd, Guru SMK Negeri 10 Surabaya mengutarakan kurang minatnya siswa dalam membaca karena siswa hanya suka menonton gambar yang bergerak.
“Alasannya sangat jelas, karena siswa lebih suka melihat sesuatu yang bisa bergerak seperti video atau mode lain yang ada di youtube. Siswa lebih suka melihat dari pada membaca. Sebab akan membebani otak dan fikiran.
Nah, siswa sekarang kurang minat membaca, apalagi mengingat isi bacaan. Siswa lebih suka menonton gambar yang bergerak ketimbang membaca literatur,” papar guru senior ini.
Memang di banyak sekolah tersedia perpustakaan, tetapi sepi pengunjung. Menurut Dra. Ngadiani, M. Kes, Dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya karena orang tua dan guru kurang mendorong kebiasaan membaca. Konsep membaca yang diajarkan kurang bervariasi.
“Yang utama adalah orang tua dan guru harus terus-menerus mendorong kebiasaan membaca,” terang Ngadiani.
Citizen – Poedianto.

