Merosotnya Budi Pekerti

admin Maret 12, 2025
Updated 2025/03/12 at 12:06 PM

Surabaya, pedulirakyat.id

Keseimbangan antara nilai-nilai religius dan sain sangat menentukan sikap anak-anak muda. Ilmu pengetahuan agama, sosial, alam dan pengetahuan lainnya harus mendapat porsi yang pas. Kuncinya ialah keseimbangan dari semua itu.

Abdul Hadi, AMA Pd, Penasehat SMP Sunan Giri Surabaya mengatakan bahwa program pemerintah kurang menjurus pada penanaman budi pekerti. Maka yang terjadi adalah nilai-nilai kesopanan merosot. Ini bisa dilihat dari hubungan-hubungan pergaulan di masyarakat sangat minim tentang kesopanan.

“Pikiran kebendaan, materialistik dikedepankan, mental spiritual merosot,. Ini tidak lepas dari peran para guru” kata Guru Pendidikan Agama Islam.

Faedah Nur Baeti, S. Pd, mengutarakan bahwa dahulu orang tua banyak mengajarkan tentang ber-sosialisasi di tengah masyarakat. Anak-anak mengikuti orang tuanya.
Sekarang anak-anak merasa canggung dalam tata pergaulan di masyarakat. Sehingga anak-anak tidak terbiasa dan kurang memahami kebutuhan orang lain. Gotong royong bersama orang lain kurang dilakukan. Kurang memahami kepentingan orang banyak, yang ada individualisme.

Masih bersama Mbak Baeti, sapaan kesehariannya, bahwa kemajuan alat-alat komunikasi seperti telpon genggam, akan membawa anak-anak semakin mementingkan diri pribadi. Enggan bersosialisasi bersama orang lain.
Bahwa anak-anak muda sekarang, termasuk para siswa sudah terbiasa menikmati dirinya sendiri. Asyik dengan dunianya sendiri.
Anak-anak muda sekarang asyik menikmati dunianya sendiri, sehingga mengesampingkan orang lain, kurang peduli dengan sekitarnya. Budi Pekerti merosot. Individualis dan cenderung tidak peduli.

Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version