Foto : Kegiatan Siswa SMA SAIM Surabaya di Nihon University Jepang
Jepang, pedulirakyat.id
Peserta program Cross Cultural Understanding (CCU) dari SMA SAIM memiliki kesempatan untuk melakukan kunjungan ke Nihon University, yang merupakan salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar di Jepang dengan sejumlah kampus yang tersebar di berbagai lokasi pada hari Kamis, 30 Oktober 2025. Universitas ini mendalami tiga area utama: Humaniora, Ilmu Sosial, dan Ilmu Pengetahuan.
Dalam kunjungan ini, siswa-siswa dilibatkan dalam kelas Bahasa Inggris yang dipandu oleh mahasiswa dari Nihon University dan berpartisipasi dalam diskusi yang bersifat interaktif mengenai cerita pendek. Pengalaman ini memperluas perspektif mereka mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi Jepang yang mementingkan pemikiran kritis dan kolaborasi antar budaya.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan ceramah umum yang disampaikan oleh Prof. Masayuki Murase, Dr. Sci, yang menjelaskan mengenai sejarah dan keunikan dari Nihon University. Setelah itu, siswa-siswa melakukan tur kampus yang membawa mereka ke perpustakaan utama universitas, yang merupakan salah satu yang paling besar di bagian utara Tokyo, serta mengunjungi museum Nihon dan laboratorium fisika yang menjadi pusat untuk penelitian terbaik.
Sepanjang kegiatan ini, para peserta CCU didampingi oleh Prof. Masayuki Murase, Prof. Tomoko, dan seorang profesor fisika yang dengan semangat menjelaskan sarana dan kegiatan penelitian yang sedang berlangsung di kampus.
Dalam pesan emailnya, Prof. Murase menyampaikan apresiasinya kepada SMA SAIM:
“I am sure that the students from not only the SAIM High School but also the Nihon University had good experiences. Thank you very much for visiting our campus.”
Kunjungan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran global berbasis pengalaman yang diterapkan SMA SAIM. Melalui interaksi langsung dengan para akademisi Jepang, siswa belajar memperluas cara berpikir dan menata arah karier di masa depan.
Ahmad Fathoni, guru pendamping program CCU, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk melihat langsung dinamika kehidupan kampus di Jepang.
“Melalui kegiatan ini, mereka belajar bagaimana budaya riset, disiplin, dan semangat akademik dibangun dengan sungguh-sungguh. Ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa SAIM dalam merancang langkah pendidikan dan karier masa depan mereka,” ujarnya.
Rophy Pareno


