Surabaya, pedulirakyat.id
SMP Negeri 45 Surabaya setiap hari kamis mewajibkan Bahasa Jawa sebagai alat komunikasi di area sekolah. Semua harus memakai Bahasa Jawa. Guru dengan guru. Guru dengan murid. Murid dengan murid, bahkan bila perlu tamu juga memakai Bahasa Jawa.
“Kami, setiap hari Kamis memakai Bahasa Jawa untuk berkomunikasi. Ini namanya Kamis Mlipis. Untuk lomba, juga ada lomba baca Geguritan (Puisi Bahasa Jawa). Ini semua agar tidak melupakan budaya Jawa, khususnya tidak lupa dengan Bahasa Jawa,” terang Dina Oktaviana, S. Pd, Waka Kesiswaan dan J. Susilowati, S. Pd, Humas.
Dinar Aurelia siswa kelas 7 membaca Geguritan yang berjudul Indonesiaku. Ini adalah Geguritan wajib disamping yang berjudul Bumiku.
“Kedua judul tersebut dari Panitia Lomba. Peserta lomba tinggal membaca,” kata Bu Dina dan Bu Susi, panggilan akrab keduanya
Lebih lanjut kedua guru ini menerangkan bahwa sekolahnya juga mengadakan berbagai lomba untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 80 tahun. Seperti lomba volly sarung, menulis Cerita Cekak (Cerpen), ke lereng dan lainnya.
Di tempat terpisah, Hadi Witato, M. Pd. I, Kepala SMP Baiturrahman Surabaya, menjelaskan sekolah yang dipimpinnya mengadakan lomba.
“Semua ini agar siswa bisa lebih mencintai tanah air, cinta sekolah dan muncul jiwa patriotisme,” katanya.
Poedianto


