Surabaya, pedulirakyat.id
LKS SMK sudah dimulai di Surabaya. Seperti jurusan (kompetensi keahlian) ULW bertempat di SMK Satya Widya Surabaya, jurusan Kuliner bertempat di SMK Mater Amabilis Surabaya, jurusan Perhotelan bertempat di SMK Negeri 6 Surabaya.
Para siswa peserta lomba juga tak luput disertai oleh guru pendamping/pembimbing masing-masing. Seperti Catur Wulandari, S. Pd, K3 ULW SMK 17 Agustus 1945 Surabaya, Nur Kholis, S. Pd, K3 ULW SMK Negeri 10 Surabaya, Rahindriati Rahaju, S. Pd, K3 ULW SMK Satya Widya Surabaya. Ketiganya berharap siswanya, peserta lomba bidang Tourism Industry bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan juri.
LKS SMK diadakan setiap tahun. SMK Satya Widya Surabaya sudah dua tahun menjadi tuan rumah untuk ULW (th. 2024 dan th. 2025). Para pemenang lomba tingkat Kota Surabaya akan bersaing ke tingkat Provinsi Jawa Timur di Malang.
LKS SMK, sebenarnya untuk menjaring kemampuan siswa dibidangnya. Baik kamampuan dalam pengetahuan atau kemampuan praktik. Sudah barang pasti akan dinilai psra ahli. Dalam hal ini ialah para juri lomba.
Nur Kholis, S. Pd, mengutarakan bahwa para juri harus adil, kominmen, tidak pilih-pilih dalam menilai hasil kemampuan peserta lomba.
Senada dengan itu, Drs. Ec. Margiono, MM dan Abdul Malik, M. Pd, keduanya pengajar di SMK Satya Widya Surabaya, mengatakan juri lomba harus benar-benar obyektif.
Di tempat lain, Novi Aryani, S. Pd, Guru Pendamping siswa Aulia Umrotus Soleha dan Andika Surya Pratama peserta lomba Culinary SMK Satya Widya Surabaya, mengutarakan bahwa yang perlu diperhatikan dalam lomba ialah manajemen waktu, kecepatan dalam mengolah masakan, teknik pengolahan masakan.
Bu Novi, sapaan akrabnya, ketika ditanya kreteria penilaian lomba berpendapat, “Juri harus obyektif, jujur dan netral,” katanya di tempat lomba; SMK Mater Amabilis Surabaya.
Di tempat yang sama, Agnes Puji Lestari, MA, penjab/panitia lomba, SMK Mater Amabilis Surabaya, mengutarakan bahwa peserta lomba dari SMK Satya Widya Surabaya; SMK 17 Agustus 1945 Surabaya dan SMK Negeri 6 Surabaya.
“Bila pesertanya kurang dari empat peserta, maka penanggung jawab dari sekolah yang ditempati untuk lomba dan juri disediakan dari penanggung jawab lokasi lomba,” terang Bu Novi.
Poedianto


