Komitmen Unitomo Menjaga Stabilitas dan Kedamaian di wilayah Jawa Timur

admin September 4, 2025
Updated 2025/09/04 at 3:33 PM

Foto : Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah saat membacakan Pernyataan Sikap

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Pernyataan Sikap mengenai situasi keamanan terkini di Indonesia diselenggarakan oleh Civitas Academic Universitas Dr.Soetomo Surabaya (Unitomo) pada hari Kamis (04/09/2025) yang bertempat di Joglo Kampus (Gedung A Kantor Pusat) Unitomo Surabaya, Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, perempuan pertama yang menjabat sebagai rektor di universitas ini, membacakan pernyataan tersebut secara langsung. Dalam pernyataan tersebut, Unitomo menegaskan bahwa mereka berkomitmen untuk berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian, terutama di wilayah Jawa Timur, guna menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan bangsa.

” Unitomo sebagai sebuah Kampus Intelektual, bahwa kami menolak keras Kekerasan atau gerakan-gerakan yang sifatnya Analogis, kemudian memecah belah apalagi sampai ada korban-korban jiwa. Sehingga instruksi kami kepada semua mahasiswa bahwa kalian boleh melakukan sebuah kontrol terhadap Pemerintah dan DPR , karena itu sesuai dengan Undang Undang Dasar Konstitusi, tetapi harus dijalankan dengan cara intelektual dan damai serta jangan sampai menggunakan kekerasan ” tutur Prof.Siti

 

Dalam Pernyataan Sikap tersebut, sivitas akademika Unitomo menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Affan Kurniawan dan para korban lain dalam peristiwa 28 Agustus – 1 September 2025. Kejadian itu dinilai menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, keadilan, serta keberanian untuk bersuara. “Kehilangan ini harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan memperjuangkan demokrasi yang sehat,” ujar Prof. Siti Marwiyah di hadapan dosen, mahasiswa, dan tamu undangan yang hadir.

 

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Unitomo menyoroti lima poin utama. Pertama, mereka mengajak mahasiswa untuk bersatu dan berjuang demi kebenaran dan keadilan dengan cara yang damai, sambil menghargai etika akademik. Kedua, mereka menolak semua bentuk kekerasan, anarkisme, dan provokasi yang dapat membelah kesatuan bangsa. Ketiga, Unitomo mengingatkan akan pentingnya menjaga ruang publik dengan sikap yang demokratis dan penuh solidaritas. Keempat, mereka menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang memperjuangkan kehidupan berbangsa yang adil dan manusiawi. Terakhir, mereka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum secara adil, memberantas korupsi tanpa pandang bulu, serta memastikan keadilan sosial bagi seluruh warga Indonesia.

Dari perwakilan mahasiswa Unitomo yang turut berpartisipasi dalam aksi tersebut, terdapat dukungan yang kuat. Wa Ode, salah satu wakil dari mahasiswa Unitomo, menekankan bahwa generasi muda harus beraksi ketika situasi yang menyangkut persatuan bangsa terancam. “Kami, mahasiswa Unitomo, berada di garis depan untuk melindungi demokrasi dan menolak segala jenis kekerasan. Ini lebih dari sekadar pendapat kampus; ini merupakan panggilan hati kami sebagai warga negara,” jelasnya. Dengan semangat solidaritas, Unitomo menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama masyarakat dan mahasiswa dalam menjaga ruang demokrasi, memperjuangkan kebenaran, dan membawa harapan bagi bangsa.

 

” Yang terakhir, jika ada mahasiswa dari kampus Unitomo yang baik tidak disengaja maupun disengaja tertangkap oleh pihak keamanan dalam kerusuhan, kampus akan berkoordinasi tentu dengan pihak kepolisian, bagaimanapun itu adalah anak kami. Tapi saya memastikan di awal bahwa anak -anak Unitomo kalau pun ada aksi adalah bentuk aksi damai. Jadi kami sudah beberapa hari ini termasuk kemarin dengan Polda, mereka duduk bersama dengan Polda, justru melakukan aksi damai, tadi kita dengan Pak Wali Kota, itu juga aksi bagaimana mencegah agar Suroboyo nya aman. Nah sehingga kalau pasti terjadi sesuatu, kami akan berkordinasi bagaimanapun itu anak -anak kami. Sehingga perlu kita bina, perlu kami beri arahan ” pungkas Prof. Siti Marwiyah

Beberapa belakangan ini kegaduhan masyarakat di berbagai kota di Indonesia adalah berasal dari masyarakat yang protes terhadap kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR, tentunya tergelitik rasanya mencari tahu pendapat apa yang akan disampaikan oleh seorang Rektor Unitomo Surabaya.
” Pokoknya kita semangat berdemokrasi, harapan kami bahwa Pemerintah harus segera respon apa yang menjadi keluhan masyarakat.
Maka saya sebetulnya sangat setuju ke depan Bahwa anggota di DPR ke depan itu harus seorang negarawan. Kenapa harus negarawan, dia betul-betul mencintai negara dan bergerak kemudian melakukan tugas-tugas sesuai kepentingan rakyat. Dan dia tidak materialis Kalau perlu gratis menjadi anggota, tidak digaji menjadi anggota di DPR ke depan itu ”

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version