Surabaya, pedulirakyat.id
“Guru, dosen dan pengajar lainnya bertugas mencerdaskan, pengayoman, memberi arah kepada anak didiknya. Namun kesemuanya itu harus didasari dengan lapang dada. Artinya, harus banyak memberi ilmu dan jangan menyepelekan, mengolok-olok peserta didik, apalagi menghina sesama pengajar. Sebab yang mengolok-olok kadang kala lebih jelek tabiatnya ketimbang yang diolok-olok. Ingat perjalanan hidup senantiasa berputar. Perputaran itu beriring dengan hinggapnya macam-macam penyakit, godaan keluarga atau bentuk kesengsaraan lainnya. Kuncinya cuma jangan menghina sesama ciptaan Tuhan,” papar Heru Wijanarko, S. Pd, Guru Bahasa Inggris SDN Tembok Dukuh 4 Surabaya.
Oleh sebab itu, penanaman budi pekerti harus diterapkan sejak sekolah dasar. Jujur, bersahaja, rajin belajar, peduli sesama. Kesemuanya itu adalah pondasi pendidikan
H. Abdul Hadi, AMA Pd, Guru Lukis SD Sunan Giri Surabaya berpendapat penanaman ahklaq yang utama.
“Ini tugas guru. Jangan pernah bosan dalam mendidik dasar-dasar moralitas kepada siswa,” tambah guru senior ini serius.
Poedianto


