Surabaya, pedulirakyat.id
Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Korban) Tahun 2025,l diperingati oleh lembaga-lembaga pendidikan dan kampung-kampung di Surabaya dengan melaksanakan sembelih hewan korban. Baik sapi maupun kambing. SMK Satya Widya Surabaya dengan 2 ekor sapi, SMP Baiturrahman Surabaya 2 ekor sapi, Lembaga Pendidikan Galuh Handayani Surabaya dengan 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing, Yayasan Pendidikan Maryam Surabaya 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing, Masjid Maryam Surabaya 2 ekor sapi dan 26 ekor kambing, kampung Kalidami gang 1 Surabaya dengan 4 ekor kambing, kampung Kalidami gang 3 Surabaya dengan 1 ekor kambing. Kesemuanya dikerjakan dengan guyub rukun.
Hari Raya Idul Adha adalah pembelajaran untuk berkorban. Prof. M. Nuh memberikan pencerahan di Masjid Akbar Surabaya. Mantan Menteri Pendidikan RI ini mengatakan esensi Hari Raya Idul Adha adalah untuk memperkuat jiwa kepemimpinan dalam berkorban. Baik secara pemikiran, tenaga maupun finansial. Memperingati hari besar ini hakikatnya adalah senantiasa memupuk keteladanan berkorban. Dan ini sudah diteladankan oleh Nabi Ibrahim.
Jiwa berbagi, tolong menolong, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, ini semua yang harus dipelihara. Sebab hidup bermasyarakat itu yang musti diketengahkan adalah gotong royong. Saling bantu membantu. Yang kelebihan finansial membantu yang kekurangan. Kata orang bijak “Banyak rejeki, banyak membagi.”
Nabi Ibrahim kala diperintah Allah untuk mengorbankan putranya (Ismail), Nabi Ibrahim sonder membantah. Namun pada akhirnya yang disembelih adalah hewan, bukan putranya. Sejak itulah diperingati dan diteladani oleh seluruh umat Islam. Yaitu sembelih hewan korban. Baik sapi, kambing atau hewan lainnya.
Poedianto


