Guru Ilmu Sosial Harus Fokus

admin Juli 22, 2025
Updated 2025/07/22 at 3:22 PM

Surabaya, pedulirakyat.id

Ilmu pengetahuan sosial yang diajarkan di SMA/SMK seyogyanya para pengajarnya harus fokus. Artinya ilmu ini tidak sekadar dihafal seperti di SD dan SMP, namun harus detail pada latar belakangnya. Misal tentang ilmu sejarah perang Diponegoro. Mengapa, dimana, kapan dan latar belakang perang itu terjadi. Semuanya harus dijelaskan.

Moerdiati, M. Hum, Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga Surabaya, mengutarakan bahwa pengajaran ilmu sejarah di jenjang SMA, para gurunya bila menyampaikan materi ini harus detail, terutama tentang latar belakang peristiwa itu bisa terjadi.

“Misal, latar belakang perang Diponegoro. Dalam memberikan materi ini, guru harus fokus, tidak kemana-mana,” katanya.

Ditanya tentang pelajaran sejarah di sekolah hanya dua jam pelajaran (90 menit), dalam satu minggu untuk satu kelas, dosen yang ramah ini menerangkan, “Tidak ada relevansinya antara panjangnya waktu proses belajar mengajar di kelas dengan kualitas pemahaman siswa tentang pelajaran tersebut. Yang utama fokus. Waktu bisa dipadatkan,” papar Moerdiati, M. Hum.

Ditempat lain, Dany Pramana Putra, M. Kes, Dosen Fisioterapi, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga Surabaya berpendapat bahwa ilmu sosial sangat penting untuk pengetahuan siswa.

“Sayangnya fisioterapi belum diajarkan di sekolah karena belum ada regulasinya. Belum ada peraturannya. Tetapi sebenarnya bisa dimasukkan di pelajaran biologi atau fisika,” katanya serius.

Semua ilmu pengetahuan/teknologi yang berkaitan dengan masyarakat, seyogyanya diajarkan di sekolah. Termasuk ilmu Fisioterapi dan Ilmu Pengobat Tradisional. Kedua ilmu ini, bisa dipelajari di Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga Surabaya.

Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version