Grebeg Ketupat 1000 Dusun Wijenan Desa Singolatren Kec. Singojuruh

admin April 7, 2025
Updated 2025/04/07 at 7:45 PM

Banyuwangi, pedulirakyat.id

Upacara tradisional Grebeg Ketupat 1000, di dusun Wijenan, desa Subgolatren, Kec. Singojuruh – Banyuwangi setiap tahun mengekar perayaan tradisi sebagai bentuk Rasa Sukur Kepada Tuhan Yg Maha Esa.

Kembali menjadi perhatian masyarakat Banyuwangi warga kecamatan Singojuruh Dengan di gelarnya Grebek kupat 1000 yang stiap tahunya yg di adakan warga Dusun Wijenan Lor Desa Singolatren pada tgl 06-April-2025.

Grebek kupat 1000 yg di inisiansi Masyarakat desa Singolatren khususnya warga Wijenan, sebagai bentuk rasa syukur setelah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadhan sekaligus merayakan hari raya idul Fitri 1445H.

Ribuan kupat yg tersusun dengan rapi dan di rangaki dalam bentuk Gunung menjadi simbul keberkatan dan di arak bersama_ sama di bagikan secara GRATIS kepada warga sebagai wujud kebersamaan dn Rizky.

Sebelum pelaksanaan Arak arakan ketupat 1000…
Sebelum di mulai acara di awali dengan do’a bersama” … Setelah itu di lanjut acara kirab ketupat 1000 dn di lanjut mengelilingi Kampung dengan bersama sama dn melantunkan Sholawat Nabi dn iringan musik Hadroh dn pukulan Rabana yg mengema.

Dalam kegiatan tersebut , kepala Desa singolatren ( Bpk Apandi ) ,,, mengucapkan trimakasih kepada seluruh Warga Singolatren kecamatan Singojuruh , , khususnya warga Dusun wijenan dn panitia penyelenggara Kegiatan yang telah berperan aktif dalam menyukseskan acara Grebek kupat 1000 ini.

Tradisi ini adalah warisan leluhur yg penuh makna
Selain sebagai wujud syukur jga menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga.
Smoga kegiatan/tradisi ini bisa terus di lestarikan dan menjadi agenda Budaya tahunan yg membagakan Desa Singolatren ujar Kepala Desa Bpk ” Apandi”.

Selain itu kata Bpk kepala Desa Bpk Apandi, , Gerbek Kupat Sewu menjadi daya tarik wisata lokal yang potensial .
Maka itu pemerintah Desa terhadap tradisi ini ke depan Bisa masuk dalam kalender event Budaya Kabupaten BANYUWANGI.

“” Tradisi ini tidak hanya menjadi simbul Religiyusitas , tetapi juga memperkuat identitas Budaya Desa Singolatren di kancah dan Nasional “” Pungkasnya””

Budiono

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version