Dosen Universitas Narotama Raih Hibah PKM Kemenditisaintek 2025 Fokus Pada Petani Jamur Tiram di Desa Punggul Sidoarjo Jawa Timur

admin
admin September 26, 2025
Updated 2025/09/26 at 2:43 PM

Surabaya, pedulirakyat.id

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh sivitas akademika Universitas Narotama. Tim dosen yang beranggotakan Hendro Sutowijoyo (ketua dari Prodi Teknik Sipil), I.G.A. Aju Nitya Dharmani (Anggota 1 dari Prodi Manajemen) dan Adhi Muhtadi (Anggota 2 dari Prodi Teknik Sipil) berhasil memperoleh hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemedintisaintek) untuk Tahun Anggaran 2025.
Pendanaan program PKM ini bersumber dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Program PKM yang diusulkan mengusung judul “PKM pada Petani Jamur Tiram di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Provinsi Jawa Timur”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas petani jamur tiram melalui pendekatan teknologi tepat guna (perbaikan rangka atap kumbung jamur, perbaikan rak pertumbuhan baglog jamur, peningkatan kapasitas steamer baglog), serta pendampingan pemasaran berbasis digital.
Menurut keterangan resmi dari Universitas Narotama, hibah ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masyarakat secara langsung, khususnya di sektor pertanian dan agribisnis lokal. Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi besar dalam budidaya jamur tiram, namun masih menghadapi berbagai kendala teknis dan pemasaran.
Tim dosen pengusul program menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini akan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat. “Kami ingin petani jamur tiram di Desa Punggul tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga memiliki daya saing dalam pasar lokal maupun digital,” ujarnya.
Program ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, dengan rangkaian kegiatan meliputi pelatihan teknik budidaya modern, pengelolaan limbah jamur, pengemasan produk, serta strategi pemasaran melalui media sosial dan e-commerce.
Keberhasilan dosen Universitas Narotama dalam meraih hibah PKM ini diharapkan menjadi inspirasi bagi akademisi lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Ist / ayu

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *