Surabaya, pedulirakyat.id
Memperingati Hari Kemerdekaan RI, jangan pula mempelajari sejarah kemerdekaan itu sendiri. Dus dengan demikian maka peranan sejarah sangatlah penting. Sebab itu adalah saripati untuk melangkah kedepan.
Dr. Mochtar Lutfi, SS, M. Hum, Ketua Departemen Sastra dan Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya, memaparkan bahwa sekarang sudah dimudahkan oleh teknologi untuk mencari literasi sejarah dan kesejarahan.
“Generasi sekarang sudah dimudahkan oleh teknologi. Tinggal ketik, keluar dan ada penjelasan. Peran guru dan ahli yang memberi penjelasan sesuai dengan kontek sejarah. Kalau sudah demikian, tidak akan lagi bingung menghadapi berbagai versi sejarah. Terutama menjelaskan kepada siswa-siswa,” kata dosen yang murah senyum ini di ruang kerjanya.
Ditanya metode yang tepat agar siswa mempercayai penjelasan -penjelasan hal kebenaran sejarah, pria asal Pacitan ini mengutarakan bahwa bila metode yang hanya didapat dari komponen mendengar, hasilnya hanya sebatas 30 persen saja yang diingat. Namun bila disertai gambar-gambar juga sebatas 70 persen. Tetapi bila dengan kolaboratif, partisipatif, hasilnya 90 persen.
“Anak-anak muda sekarang tidak mau di indokrin lagi. Maka harus diajak terlibat dalam proses pencarian secara obyektif. Maka hasilnya akan berfikir obyektif pula,” paparnya.
Orang-orang bijak mengatakan, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebab, bangsa yang berjiwa besar adalah bangsa yang menghargai sejarah pahlawannya.
Poedianto


