Surabaya,PR.id
Kirana, Agista, Angel, Fais, siswa SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya tampil dengan lagu Bring Me To Life dan Zombie di hari kedua Pameran Vokasi 2022 di Maspion Square, Margorejo, Surabaya.
Siswa SMP membanjiri stand-stand di area pameran. Semua stand menunjukkan kebolehannya masing-masing sesuai keterampilannya. Ada memasak, batik, jamu, otomotif dan keterampilan lainnya.
Suka cita tampak pada wajah-wajah pengunjung pameran. Khususnya siswa SMP. Artinya mereka telah mendapat wawasan yang luas tentang kiprah sekolah kejuruan selama ini. Pameran semacam ini sangat dibutuhkan oleh siswa SMP. Apalagi yang sudah lulus. Maka setelah lulus SMP, tinggal memilih SMK mana yang dituju untuk meneruskan pendidikannya. Sudah barang tentu seyogyanya disesuaikan dengan minat dan bakat yang dipunyainya. Setelah mendapat informasi di tempat pameran, akan mudah menentukan pilihan untuk kelanjutan sekolahnya.
SMK Perdana 1 Surabaya menampilkan batik canting disamping tampilan lainnya.
“Di sekolah kami ada ekstra kurikuler batik. Siswa diajari memproses cara membatik. Cara membatik dimulai dengan membikin pola di kertas atau kain. Lalu mulai membatik dengan canting. Proses berikut di lorot. Lantas proses pembersihan malamnya. Dalam hal ini, siswa bila belajar dengan sungguh-sungguh selama tiga bulan, insya Allah akan bisa membatik,” papar Anis Nur Azizah di stand pameran.
Meybenine Sarojo, Robbyu Shaniya, Jennifer Yunita, Sakura Aurenia Hanarifki, Salsabila Qurratu Aini, semuanya siswa SMK Wijaya Putra Surabaya mengaku bertambah ilmu dan ide-ide baru setelah melihat pameran.
“Setelah keliling dari stand yang satu ke stand lainnya, kami sudah bisa membandingkan tentang kelebihan di setiap sekolah,” ujar Salsabila.
“Selain menambah wawasan juga bisa memunculkan ide-ide baru,” tambah Jennifer dan teman-temannya dengan wajah gembira.
SMK Saintren Al Hasan Surabaya juga memamerkan karya tata busana dan karya lainnya.
“Beberapa waktu lalu sekolah kami juara 1 se-Jawa Timur pada lomba tata busana,” kata Nofanda Dwi Putra.
Sama halnya Jezzita Aureola Martha, Arci Cantika Fadella, Sulfa Putri, ketiganya mahasiswa Akademi Farmasi Surabaya mengutarakan bahwa pameran ini berhasil karena pengunjungnya betambah banyak. Sudah tentu banyak juga mendapat informasi dari stand-stand pameran.
“Dengan semakin banyak pengunjung, sudah tentu banyak juga informasi yang didapat tanpa hatus datang ke tempat institusi masing-masing. Cukup keliling ke stand-stand di area pameran dan minta informasi sebanyak-banyaknya pada petugas stand,” kata ketiganya bergantian.
Drs. Muhammad Gufron, Drs. Ec. Margiono, MM, keduanya guru SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya merasa bangga kepada hasil karya nyata siswa-siswa SMK swasta. “Bukti nyata siswa-siswa SMK swasta mampu menghasilkan kreativitasnya. Jadi jangan pandang sebelah mata,” kata kedua guru senior ini dengan senyum lebar.
Citizen – Poedianto.


