Surabaya, pedulirakyat.id
Pelukis yang tertarik menggambar kupu kupu ini, dengan jujur mengaku pameran tunggal kali pertama sepanjang karirnya jadi pelukis baru pameran tunggal diusia 62 tahun. Dan pameran ini diakui sebagai persiapan menuju pameran di Jakarta dengan 62 lukisan. Yang dimaknai pameran tunggal di usia 62 tahun.
Lukisan yang dipamerkan di galery Dewan Kesenian Surabaya, ada 13 lukisan dengan ukuran jumbo. Ketertarikan Buggi nggambar kupu kupu karena jenis serangga ini memiliki filosofi estetika menggelitik untuk dilukis.
Dari sisi komposisi kupu kupu memiliki dimensi warna sangat sempurna. Dari segi kondisi anatomi kupu kupu memiliki keseimbangan luar biasa. Keseimbangan sayap, keseimbangan tubuhnya memiliki perhitungan ilmu gaya yang dapat melepas dari gratifikasi bumi.



Sementara filosofi kupu kupu memiliki riwayat kehidupan sangat panjang. Dia tidak ujug ujug menjadi indah dan bisa terbang.
“Saya kira kita semua memahami, perjalanan hidup kupu kupu,” Buggi yang memulai menggambar sejak tahun 1984, telah melukis ditotal karyanya hingga sekarang ada ribuan.
Sepanjang jadi pelukis diakui selama ini lukisannya pernah tembus seharga Rp. 40 juta. Dia mengaku nilai ini masih tergolong rendah. Apa bila dibandingkan pelukis pelukis yang kondang. Tetapi dengan harga itu dia merasa terhormat karyanya ada yang menghargai. Manurnya, karya lukisnya saat ini bisa menjadi barang investisai.
Udik


