Belajar dengan Gembira

admin Maret 10, 2025
Updated 2025/03/10 at 6:18 PM

Oleh: Poedianto

DR. Bachrul Amiq, Rektor Universitas WR. Supratman Surabaya mengatakan bahwa proses pembelajaran seyogyanya dijalankan dengan gembira, senang, sehingga tranformasi ilmu dari guru ke anak didik tidak mengalami kendala.

Tampak wajah-wajah sumringah, gembira semua siswa bila masuk kelas untuk belajar. Guru, siswa dan tenaga kependidikan bersinergis. Semua sangat antusias, senang, di sekolah masing-masing. Itu sangat tampak pada wajah-wajah siswa yang sumringah dan betah berlama-lama di sekolah.

Mengenakan pakaian rapi, bersih. Apalagi bila memperingati hari besar nasional. Pakaian adat, pakaian kebaya dan pakaian yang bernuansa sejarah. Saat itu juga diadakan lomba-lomba. Semua ini esensinya adalah melatih mental siswa. Para siswa tampak senang ikut acara di sekolahnya, sebab sebagai siswa wajib memperingati hari besar nasional. Peringatan hari besar guna mengingat para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia dari belenggu kekuasaan bangsa asing. Maka dari itu peringatan tersebut dilakukan dengan gembira. Siswa sangat antusias mengikuti peringatan tersebut.

Berbagai lomba diikuti siswa, guru serta karyawan sekolah.
Semua acara lomba sesuai dengan kemampuan siswa. Ini bisa untuk contoh acara lomba-lomba ke depan.
Semua aneka lomba dari fase ke fase jalannya tidak mengalami kendala yang signifikan.
Peringatan hari besar akan menambah rasa cinta tanah air dan bela negara yang tanpa pamrih.Semua siswa selama mengikuti berbagai lomba di sekolah banyak yang mendapat hadiah. Dalam pelaksanaan, ada yang seru, ada yang lucu. Beberapa siswa mengaku happy, banyak moment yang baik selama mengikuti peringatan hari besar di sekolah. Ini bukti, betapa siswa mencintai negara dan bangsa. Wajah-wajah gembira yang tampak selama memperingati hari besar sudah jelas cerminan kalbu yang paling dalam. Sebuah kejujuran mencintai bumi pertiwi.
Ini sebuah pembelajaran untuk memupuk jiwa cinta bangsa dan cinta tanah air. Seperti dengan mengadakan peringatan hari besar.

Suasana Sekolah Menyenangkan

Hal ini menjadi idaman semua orang tua murid.
Siswa harus mempunyai rasa cinta pada tempat belajar. Tekun belajar, hormat pada orang tua, patuh pada guru dan taat pada aturan sekolah. Kesemua ini tak luput dari suasana lingkungan sekolah. Guru terus menerus memberi teladan baik. Untuk itu, tak ada upaya lain selain membenahi semua manajemen berbasis sekolah. Artinya, memperkokoh intern sekolah. Kepemimpinan yang kolektif kolegial. Ibarat perahu layar, ada yang bagian suluh, ada yang kemudi, ada yang dayung, ada yang kembangkan layar, ada yang tebar jala dan bagian lain lagi. Kalau sudah demikian, jalannya perahu tak akan oleng dan akan laju menuju harapan. Dan pemerintah lewat dinas pendidikan hanya menyediakan regulasi, dana untuk itu semua

Namun yang lebih urgen adalah slagorde kepemimpinan di sekolah hingga tenaga pelaksana di bawah harus solid. Satunya pikiran, satunya kata dan satunya tindakan harus konsekwen. Bila sudah sampai titik ini, maka gaung sekolah ke luar akan didengar, ke dalam akan dipercaya. Semua guru, siswa, staf kantor seiring menjalankan manajemen sekolah. Murid senang, guru senang, tenaga kependidikan senang.

Peringatan Hari Besar

Dalam hal ini kadangkala guru, siswa dan staf kantor berpakaian adat, pakaian kesehatan dan pakaian yang bernuansa budaya. Ini senantiasa dilakukan setiap memperingati hari-hari besar nasional. Seperti hari Kartini, Pahlawan, Sumpah Pemuda dan lainnya. Saat itu juga diadakan lomba-lomba. Semua ini esensinya adalah melatih mental siswa.
Para siswa tampak senang ikut acara di sekolahnya, sebab sebagai siswa wajib memperingati hari besar nasional. Peringatan Hari Pahlawan untuk mengingat para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu peringatan tersebut dilakukan dengan gembira. Siswa sangat antusias mengikuti peringatan Hari Pahlawan dan lomba di sekolahnya. Memang tampak sumingrah wajah-wajah para siswa. Setidaknya bisa sebagai hiburan. Lomba diikuti para siswa dari semua kompetensi keahlian (jurusan) dan segenap guru serta karyawan.
Semua acara lomba sesuai dengan kemampuan siswa. Ini bisa untuk contoh acara lomba-lomba ke depan.
Semua aneka lomba dari fase ke fase jalannya tidak mengalami kendala yang signifikan.
Peringatan Hari Pahlawan akan menambah rasa cinta tanah air dan bela negara yang tanpa pamrih.Semua siswa selama mengikuti berbagai lomba di sekolah banyak yang mendapat hadiah. Dalam pelaksanaan, ada yang seru, ada yang lucu.
Beberapa siswa mengaku happy, banyak moment dan teman dengan mengikuti peringatan Hari Pahlawan. Ini bukti, betapa siswa mencintai negara dan bangsa. Wajah-wajah gembira yang tampak selama memperingati Hari Pahlawan sudah jelas cerminan kalbu yang paling dalam. Sebuah kejujuran mencintai bumi pertiwi.
Untuk memupuk jiwa cinta bangsa dan cinta negara, yaitu dengan mengadakan peringatan Hari Pahlawan. Acaranya diadakan di halaman sekolah dan diikuti seluruh guru, karyawan serta siswa.

Mengenang sejarah bangsa harus lengkap. Mengenal para pejuang bangsa, mengenang pengibaran Sang Merah Putih di seluruh pelosok negeri, belajar menghayati teks Pancasila, teks Pembukaan UUD 1945 dan Konstitusi Negara yaitu UUD 1945.

Setiap memperingati hari-hari besar nasional, seperti memperingati Hari Pahlawan, ini mengingatkan bahwa kemerdekaan Negara Republik Indonesia diperoleh dengan daya upaya berjuang dan doa oleh segenap rakyat Indonesia. Korban tenaga, harta dan nyawa. Karenanya kemerdekaan yang sudah didapat harus dipertahankan oleh generasi-generasi penerus.
Siswa harus mempunyai jiwa nasionalis yang tinggi. Tekun belajar, hormat pada orang tua, patuh pada guru dan taat pada aturan sekolah.
Ini tak lepas saat PPDB dan MPLS (Pendaftaran Peserta Didik Baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Sekolah swasta sangat getol presentasi di sekolah-sekolah untuk menggiur siswa baru. Bila jenjang SMA/SMK presentasi di SMP-SMP.. bila jenjang SMP sudah tentu di SD-SD. Bentuk presentasinya bisa dengan membagi brosur, kalender, majalah, membuka pengertian di kelas-kelas atau presentasi dalam bentuk lain. Berbagai upaya sekolah swasta untuk mencari murid, ada yang lewat berbagai pelaksanaan lomba-lomba, demo kemampuan siswa. Yang Intinya adalah agar sekolah mendapatkan murid baru. Sudah barang tentu harapannya mendapatkan murid baru sebanyak-banyaknya. Kalau sekolah negeri melaksanakan PPDB lewat jalur prestasi, afirmasi, zonasi dan lainnya.

Sudah barang pasti menghadapi persaingan yang ketat di lapangan.. Yaitu bersaing sesama sekolah swasta dan sekolah negeri. Dus dengan demikian segala daya, keunggulan, fasilitas, biaya uang masuk dan segala bahan saing dipertaruhkan.

Kesemua ini tak luput dari dengung promosi yang terus menerus dikumandangkan. Lewat promosi di radio, tv atau iklan, informasi dari siswa, informasi dari guru, informasi dari karyawan sekolah.
Untuk itu, tak ada upaya lain selain membenahi manajemen berbasis sekolah. Artinya, memperkokoh intern sekolah. Kepemimpinan yang kolektif kolegial. Ibarat perahu layar, ada yang bagian suluh, ada yang kemudi, ada yang dayung, ada yang kembangkan layar, ada yang tebar jala dan bagian lain lagi. Kalau sudah demikian, jalannya perahu layar tak akan oleng. Sekolahpun demikian adanya. Muatan perahu yang di dalamnya juga bisa tenang. Siswa, guru dan tenaga kependidikan akan fokus dalam proses belajar mengajar. Dan pemerintah lewat dinas pendidikan hanya menyediakan regulasi sebagai panduan. Namun yang lebih urgen adalah slagorde kepemimpinan di sekolah hingga tenaga pelaksana di bawah harus solid. Satunya pikiran, ucapan, tindakan yang konsekwen. Bila sudah sampai titik ini, guru, siswa dan staf kantor akan senang.

Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version