Surabaya, pedulirakyat.id
Profesor Septi Ariadi, Dosen Sosiologi, FISIP, UNAIR Surabaya, memandang pemimpin harus peka terhadap keadaan sosial kemasyarakatan, peka terhadap aspirasi masyarakat, memiliki empati yang tinggi dan sebagai pendengar yang baik.
Memang banyak model kepemimpinan. Seperti diktator, feodal, demokrasi dan lainnya. Kesemua model kepemimpinan akan membuahkan hasil yang berbeda. Oleh karenanya dibutuhkan pemimpin yang bila menyampaikan visi dan misi harus jelas, supaya tidak terjadi salah paham.
Dr. Untung Lasiyono, Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, memaparkan bahwa untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan harus dimulai sejak dibangku sekolah. Oleh karena itu tatkala MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) atau saat LDKS (latihan dasar kepemimpinan siswa).
“Hal ini, materi yang diberikan harus bisa membantu peserta didik adaptasi dengan lingkungan sekolah baru. Menanamkan karakter positif, seperti rasa tanggung jawab, integritas, kebersamaan dan kemandirian. Menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi. Membangun rasa memiliki sekolah. Mencegah perilaku negatif, seperti perundungan, kekerasan, narkoba, korupsi. Semuanya ini akan bisa menumbuhkan siswa berjiwa nasionalis dan patriotisme,” papar Pak Untung, panggilan kesehariannya.
Di tempat terpisah, Dr. Wijayadi, Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, mengutarakan bahwa pemimpin seyogyanya mengemban amanah dengan sungguh-sungguh.
Poedianto


