Universitas Bhayangkara Surabaya Mewisuda 207 Lulusan; Tekankan Peran Lulusan sebagai Agen Perubahan dan Penjaga Stabilitas

admin Juni 17, 2026
Updated 2026/06/17 at 3:40 PM

Foto: Pemberian Penghargaan Wisudawan Terbaik Ubhara Surabaya oleh Rektor Ubhara Surabaya.

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan ke-59 dan Magister Angkatan ke-34, Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (17/6/2026). Sebanyak 207 lulusan dari berbagai program studi resmi dikukuhkan dalam upacara yang berlangsung di Gedung Graha Ubhara.

Upacara wisuda dihadiri jajaran pimpinan kampus, perwakilan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, unsur Kepolisian Daerah Jawa Timur, pengurus yayasan, dosen, serta keluarga wisudawan. Rektor Ubhara Surabaya, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Anton Setiadji, S.H., M.H., memastikan seluruh lulusan telah memenuhi standar akademik dan terdaftar resmi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. “Sebanyak 207 wisudawan yang lulus ini adalah bentuk tanggung jawab kampus kepada negara. Mereka sudah memiliki PIN dan nomor ijazah resmi,” kata Anton dalam sambutannya.

Anton mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri setelah memperoleh gelar. Menurutnya, tantangan sesungguhnya dimulai saat memasuki dunia kerja dan berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat. “Terus tingkatkan kemampuan dan jangan sombong. Kalian harus punya daya saing kuat untuk masuk dunia kerja atau bahkan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Acara dihadiri pula oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. Dalam sambutannya, Pasma menyoroti dampak dinamika geopolitik terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas sosial di dalam negeri, serta menekankan peran lulusan perguruan tinggi sebagai pemecah masalah. “Saudara tidak boleh hanya menonton. Kalian harus menjadi pemecah masalah di tengah berbagai tantangan dan krisis yang melanda saat ini,” ujarnya.

Pasma mengajak para alumni untuk aktif menjaga kondusifitas daerah melalui semangat Jogo Jatim, serta menekankan pentingnya adaptasi terhadap teknologi dan peran lulusan sebagai benteng masyarakat dalam menangkal hoaks dan menjaga penegakan hukum.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menegaskan bahwa era kini menuntut kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Ia berharap para sarjana baru dapat membaca peluang, membangun jejaring, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Jadilah agen perubahan yang nyata. Kalian harus mampu memberikan efek lanjutan yang baik bagi kehidupan masyarakat luas,” katanya.

Sesi penghargaan menyajikan pengumuman wisudawan terbaik, tertua, dan termuda, yang diundang maju menerima penghargaan dari Rektor Ubhara Surabaya dan Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti Jawa Timur, drs. Sugiyono, M.M. Acara diakhiri dengan pengukuhan wisudawan oleh rektor dan pembacaan Panca Prasetya oleh para wisudawan.

Rincian wisudawan menurut program studi:
Magister Hukum: 22 orang
Ilmu Hukum: 45 orang
Administrasi Publik: 20 orang
Ilmu Komunikasi: 22 orang
Magister Manajemen: 11 orang
Manajemen: 46 orang
Akuntansi: 12 orang
Teknik Sipil: 10 orang
Teknik Informatika: 12 orang

Universitas Bhayangkara Surabaya berharap para lulusan tidak hanya menjadi penerima gelar, melainkan juga aktor perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman — dari kemampuan adaptasi teknologi, daya saing di pasar kerja, sampai peran aktif menjaga stabilitas sosial melalui prinsip-prinsip profesionalisme dan etika.

 

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version