Surabaya, pedulirakyat.id
Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya secara khidmat menggelar acara pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Dossy Iskandar Prasetyo, S.H., M.Hum. (kadang disebut juga Dossy Iskandar , sebagai Guru Besar bidang Hukum Tata Negara pada Rabu (22/4/2026. )Upacara yang berlangsung di Graha Bhayangkara Surabaya, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, dihadiri civitas akademika, para rektor dari berbagai daerah, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, anggota Dewan Perwakilan Daerah sampai Nasional dan pakar hukum nasional serta para undangan lainnya.
Rektor Ubhara Surabaya, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Anton Setiadji, S.H., M.H.,membuka acara Senat Terbuka dengan menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum strategis bagi penguatan kajian hukum tata negara di tengah dinamika politik digital Indonesia.
Pengukuhan Prof. Dr. Dossy Iskandar Prasetyo, S.H., M.Hum., sebagai guru besar di Universitas Bhayangkara (UBHARA) Surabaya menjadi pencapaian besar bagi kampus tersebut.
“Ini merupakan prestasi monumental yang saya harapkan dapat memotivasi seluruh staf untuk terus meningkatkan kinerja, sehingga UBHARA Surabaya semakin maju di masa depan,” ujar Rektor UBHARA Surabaya.
Menurutnya, pengukuhan ini juga memperkuat capacity building bagi mahasiswa melalui penambahan jumlah profesor di jajaran pengajar. “Dengan bertambahnya guru besar, kami berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset,” tambahnya.
Mengenai posisi UBHARA dalam peta riset dan inovasi di Jawa Timur, Rektor tersebut enggan mengklaim secara pribadi. “Saya serahkan penilaian kepada masyarakat. Namun, sambutan hangat dari rektor-rektor universitas swasta lain di Jawa Timur, di mana kami banyak berkolaborasi, menjadi indikator positif,” katanya.
Ia juga menargetkan tahun 2027 ada 2 lagi valon Guru Besar di Universitas Bhayangkara Surabaya. Hal ini menunjukkan potensi regenerasi dan peningkatan berkelanjutan. Soal pencapaian lebih lanjut, biarlah masyarakat yang menilai,” pungkasnya.
Rophy Pareno


