RAJA PANGUS

admin Agustus 14, 2022
Updated 2024/08/29 at 10:55 PM

Cerita Rakyat

Oleh : Poedianto

Raja Jaya Pangus di Bangli, Bali tatkala memimpin sangat mengedepankan toleransi. Baik toleransi budaya, keyakinan, adat maupun kemasyarakatan. Oleh karenanya rakyat menjadi tenang, aman, terayomi dalam bermasyarakat, berdagang serta menjalankan keyakinannya.

Tanjung Benua, masih wilayah kerajaan Bangli, berkelompok-kelompok etnis Cina datang dan menetap di Tanjung Benua. Kemudian suku Bugis, Jawa serta Bali sendiri. Dalam perkembangannya, mereka berinteraksi dan saling menghormati budaya dan adat istiadat masing-masing.

Namun problematika interen kerajaan muncul. Raja Jaya Pangus tidak mempunyai keturunan dari istrinya yang bernama Kang Cing Wi, maka raja mengambil istri lagi yang bernama Dewi Danu.

Dalam alur legenda ini, Dewi Danu merasa dibohongi oleh raja, karena raja tatkala meminang Dewi Danu, raja tidak berterus terang bahwa raja sudah punya istri. Marahlah Dewi Danu setelah mengetahui raja Jaya Pangus sudah memperistri Kang Cing Wi. Dan puncak dari kemarahan Dewi Danu sampai mengeluarkan ucapan, “Jadilah patung kalian berdua.”

Maka ucapan Dewi Danu terbukti, bahwasannya raja Jaya Pangus dan Kang Cing Wi benar-benar menjadi patung. Patung tersebut dikenal dengan nama patung Barong Ludang yang berada di Kintamani.

Sementara Dewi Danu pergi menyepi meninggalkan keramaian, lantas bertapa di danau Batur.

Selesai

Poedianto,
Guru SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya.

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version