Dua Komunitas Bagikan BBM Gratis ke 150 Pengemudi Ojol Sambut HUT Surabaya ke-733

admin
admin Mei 16, 2026
Updated 2026/05/16 at 6:03 PM

Foto : Kegiatan Sosial Membagikan BBM Gratis untuk 150 Ojol di Surabaya

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 pada 31 Mei 2026, dua komunitas sosial di Surabaya menggelar aksi sosial dengan membagikan bahan bakar minyak (BBM) gratis kepada 150 pengemudi ojek online (ojol).
Program yang dijalankan Komunitas Sahabat Surga bekerja sama dengan Komunitas Tolong Menolong itu menyediakan masing-masing dua liter Pertalite bagi para penerima.

Sebanyak 110 pengemudi mendapat pengisian langsung di SPBU Pertamina 51.601.77 kawasan Diponegoro, sementara 40 pengemudi menerima bantuan dalam bentuk uang tunai Rp20.000 untuk pembelian BBM di titik-titik mangkal.

Daniel Lukas Rorong, pendiri dan ketua Komunitas Tolong Menolong, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap warga Surabaya, khususnya para pekerja sektor transportasi daring. “Kami ingin menjadi bagian dari upaya mewujudkan Surabaya yang lebih baik dengan membantu warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojol,” ujarnya.

Daniel, yang juga aktif sebagai driver online dan relawan kemanusiaan sejak 2010, berharap bantuan kecil itu dapat meringankan beban pengeluaran harian para pengemudi.

Nur Ufia Prihandini, pendiri Komunitas Sahabat Surga, menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan gelaran kedua tahun ini yang disinergikan dengan Komunitas Tolong Menolong. Menurutnya, program menargetkan pengemudi ojol generasi X (kelahiran 1965–1979) dari berbagai platform serta pengemudi penyandang disabilitas, termasuk tuna daksa dan tuna rungu-wicara.

“Kami ingin memberikan penghargaan kepada mitra pengemudi yang meski sudah berusia, atau memiliki keterbatasan, tetap bekerja melayani pelanggan setiap hari,” kata Nur Ufia. Selain pembagian BBM, Komunitas Sahabat Surga juga menjalankan program Warung Makan Berkah setiap Selasa pada minggu ke-2 dan ke-4 di dekat Terminal Joyoboyo, di mana masyarakat dapat menikmati menu lengkap dengan membayar Rp2.000 dengan syarat makan di tempat dan menghabiskan makanan.

Sejumlah penerima manfaat menyatakan terharu dan terbantu. Peni Handajani (56), pengemudi ojol sejak 2017, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu karena dia harus menghidupi keluarga sendiri sementara anak-anak masih sekolah. Peni memilih menjadi driver karena fleksibilitas waktu setelah suaminya meninggal pada 2012.

Sutami (55), yang sudah mengemudi ojol selama sembilan tahun untuk menopang tiga anak—dua di antaranya berkebutuhan khusus—mengungkapkan harapan agar program semacam ini berkelanjutan. Dia juga menyinggung potongan yang diberlakukan aplikator jasa ojol yang menurutnya belum sepenuhnya diringankan meski pemerintah menyebutkan pembatasan potongan sebesar 8 persen.

Marsiti (55), orang tua tunggal dengan dua anak, berharap kegiatan serupa dilaksanakan rutin karena pendapatan mingguan yang fluktuatif membuatnya kesulitan menabung untuk kebutuhan pokok dan tempat tinggal.
Panitia menyatakan program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut HUT Surabaya dan diharapkan menjadi upaya nyata memperhatikan kondisi ekonomi mitra ojol yang menjadi tulang punggung layanan transportasi perkotaan.

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *