Diskusi DKS Menciptakan Peluru Perlawanan

admin
admin Mei 22, 2026
Updated 2026/05/22 at 9:21 PM

Surabaya, pedulitakyat.id

Diskusi budaya dan seni yang digelar Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Jumat 22 Mei 2026, mengangkat tema Budaya dan Seni, mengerucut menjadikan momen ini peluru perlawanan.

Sekitar 50 seniman Surabaya, yang hadir dalam diskusi ini sepakat setiap diskusi yang diagendakan digelar tiap bulan dijadikan momentum untuk melawan dalam upaya Pemerintah Kota Surabaya menggusur sekretariat DKS keluar dari komplek Balai Pemuda.

Hadir sebagai pembicara ini Kadek ketua DPC GMNI Surabaya, Dr. Hari Prayitno dan Yos Suprapto seniman lukis angkatan Gombloh, Leo Kristi.

Mengenal tokoh senior ini, Yos Suprapto adalah tokoh Malari yang kali pertama menggerakan terjadinya aksi massa di Surabaya tahun 1974.

Karena pengaruhnya yang luar biasa itu, kemudian dia diusir oleh rezim pemerintahan Suharto, dan dia pun lari keluar negeri menetap di Australia.

Tokoh pergerakan senior ini, mendengar ada pendholiman lembaga kebudayaan, dia pun berangkat dari Jogya ke Surabaya dengan biaya sendiri. Memberikan semangat pada seniman Surabaya.

DKS sejak dipimpin Chrisman Hadi SH MH mandiri terhadap bantuan atau subsidi dari Pemkot Surabaya, sejak tahun 2014.

Menurutnya, awal dia terpilih menjadi Ketua DKS disubsidi APBD setahun sebesar Rp. 90 juta, itu pun turun dalam triwulan.

Karena ini menyangkut program kebudayaan Surabaya, Chrisman mengadakan semacam Raker DKS dan keluarlah anggaran Rp. 2 milyar. Dan ini diajukan ke Pemkot Surabaya.

Akhirnya ditetapkan sebesar Rp. 90 juta. Dengan nilai tersebut Chrisman pun dan seluruh pengurus DKS menolak anggaran tersebut.

Ud

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *