Surabaya, pedulirakyat.id
Poedianto, Guru SMK Satya Widya Surabaya sudah cipta 280 lagu Jawa. Banyak tema yang dijadikan inspirasi dalam lagu-lagu tersebut. Sosial, persahabatan, kemiskinan, pendidikan, rumah tangga, asmara dan tema lainnya.
“Semua lagu-lagu ini merupakan karya dasar. Semuanya saya nyanyikan dan saya iringi gitar sendiri,” kata Pak Pudi, panggilan akrabnya.
Mengapa lagu Jawa? Guru senior ini ingin uri-uri seni budaya sendiri. Sebab hubungan-hubungan internasional di segala lini kehidupan sudah tidak bisa dielakkan lagi. Pendidikan dan seni budaya sudah bertautan dari negara yang satu ke negara lain. Sesungguhnya hal ini sudah berjalan puluhan tahun yang lalu. Maka tidak ada jalan lain, harus uri-uri pendidikan dan seni budaya sendiri. Misalnya, di banyak sekolah memberlakukan ekstra kurikuler seni tari tradisi. Tari Remo, tari Gandrung dan lainnya.Ini bagian dari uri-uri seni tradisi. Belajar tari Remo, Gandrung tidak butuh waktu lama. Pembelajaran ekstra kurikuler dijalankan satu minggu satu kali. Setiap sekolah terkadang lebih dari lima ekstra kurikuler. Ada olahraga, bahasa asing, seni budaya dan seni bela diri dan seni menulis, Olahraga: badminton, futsal, basket, volly dan lainnya. Bahasa asing: Inggris, Mandarin, Jepang dan lainnya. Seni budaya: drama, fotografer, band, lukis, olah vokal, tari, Banjari dan lainnya. Seni bela diri: pencak silat, renang, karate dan lainnya. Seni menulis: jurnalistik dan lainnya. Semua guru ekstra kurikuler diajar oleh guru praktisi. Semua ini untuk melatih siswa pada bidang minat bakat.
Di beberapa sekolah juga mempunyai ekstra kurikuler karawitan. Di ekstra kurikuler ini, diajari juga olah vokal lagu-lagu Jawa. Seperti Ladrang, Srepegan, Ketawang, Campursari dan lainnya. Olah vokal pesinden juga diajarkan. Misal tentang cengkok irama gending.
Siswa juga diajari memainkan alat-alat gamelan. Seperti slenthem, suling, rebab, siter, gambang, kempol, gong, kenong, Bonang, demung, saron, kendang dan lainnya. Ekstra kurikuler seni tradisi adalah bentuk upaya pelestarian (uri-uri) seni tradisi untuk generasi muda. Dengan semakin banyaknya sekolah yang peduli seni budaya tradisi, walhasil bermunculan dalang-dalang dan sinden-sinden usia muda. Uri-Uri budaya sendiri merupakan kecintaan terhadap seni tradisi bangsa. Dan hasilnya adalah bermunculan dalang, sinden, penabuh gamelan, penari, yang usianya sangat muda. Dalang muda seperti, Khanha Shandhika, Muhammad Yusuf Anshor Khoirudin, Muhammad Armin danlainnya. Sinden Muda, Niken Salindry, Elisha Orcarus Allasso, Prigel Pangayu Anjarweming dan lainnya.
Seni tradisi sebagai jatidiri bangsa sepatutnya di uri-uri. Terutama di lembaga pendidikan. SMK Negeri 12 Surabaya mengajarkan materi pedalangan, pesindenan, kerawitan dan seni pertunjukan tradisi, STKW Surabaya ada jurusan tari tradisi, Unesa Surabaya juga mengajarkan seni tradisi dan sekolah-sekolah lain lewat ekstra kurikuler. Banyak lembaga pendidikan yang peduli dengan seni tradisi.
Seni Tradisi.
Terbukti, jati diri bangsa adalah seni tradisi. Seni tari, seni batik, seni suara dan lainnya. Kesemuanya ini bermuara pada kearifan lokal.
Poedianto, adalah seorang guru, penulis cerita rakyat, cerita epos, cerita pendek dan juga pencipta lagu-lagu Jawa.
“Ini hanya karya dasar. Namun bila ada yang berkenan menyanyikannya dan diiringi dengan seperangkat alat musik yang memadai, saya kira akan lebih enak didengar,” papar Pak Pudi, panggilan akrabnya.
Semua karyanya ditulis dengan lirik sederhana, diiringi dengan gitar usang dan dilantunkan sendiri dengan suasana yang santai. Semua karyanya sudah ada dalam youtube.
“Ini semua karena kecintaan saya terhadap seni tradisi,” katanya.
Di bawah ini dua lagu ciptaan Pak Pudi yang diberi judul Ngudar Tali Asmara dan Sregep Sinau.
Judul: Ngudar Tali Asmara.
Sepi wengi iki
Ra ana rembulan
Ra ana lintang
Aku lungguh dewe
Kekancan swarane ratri
Sepi wengi iki
Ra ana angin
Ra ana gemerisike gegodhongan
Reff.
Kelingan rikala semana
Bebarengan karo kowe
Nyecep manise madu
Ngudar tali asmara
Ngudar tali asmara
Karo kowe nalika semana
Sepi wengi iki
Aku lungguh dewe
Ra ana lintang
Ra ana rembulan
Sing ana ning dhuwur kana
Amung swarane ratri
Sing ngancani
Ngudar taline asmara
Kelingan nalika semana
Aku karo kowe
Nalika iku
Wis ngucap janji
Arep urip bebarengan
Kowe ngucap tresna
Aku ugo ngimbangi
Nanging nganti seprene
Durung kelakon janjine
Putus ning dalan
Kena godane setan
Banjur kowe mlayu
Karo wong liya
Putus ning tengah dalan
Kena godane setan
Kowe mlayu karo wong liya
Sepi wengi iki
Aku lungguh dewe
Ra ana lintang
Ra ana rembulan
Amung kekancan swarane ratri
Amung kekancan swarane ratri
Ngudar taline asmara
Ngudar taline asmara
Ngudar taline asmara
Ngudar taline asmara
Judul: Sregep Sinau.
Sing sregep sinau
Sing sregep belajar
Ben pinter sekolahe
Sing sregep sinau
Sing sregep belajar
Ben apik rapote
Reff.
Patuh marang para guru
Manut marang bapa ibu
Mengko dalan mu bakal katon
Mengko urip mu bakal mulya.
Poedianto


