Surabaya, pedulirakyat.id
Anies Listyowati, M. Pd, Kaprodi Paud, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berpendapat bahwa penanaman Budi Pekerti harus dimulai sejak usia dini.
“Harus diawali dari pendidikan keluarga (usia 0-4 tahun). Lalu ditambah pendidikan di sekolah (usia 0-8 tahun). Peranan keluarga dan sekolah itu yang menjadi dasar-dasar pendidikan. Utamanya membangun sikap perilaku jujur, sopan dan bermoral. Namun cara pandang masyarakat terbalik. Bahwa pendidikan di sekolah yang menjadi faktor pertama. Padahal pendidikan di keluargalah yang pertama,” paparnya disela-sela rapat di kampus pagi ini (19 Agustus 2925).

Bu Anies, panggilan akrabnya, memaparkan lebih lanjut bahwa metode pengajarannya lewat stimulasi, mengenalkan contoh-contoh perilaku baik dari guru, pembiasaan sikap-sikap positif, keteladanan guru. Ini semua harus dijalankan oleh guru, sebab anak usia dini itu berfikir kongkrit,” papar Bu Anies dengan mimik serius.
Di waktu yang sama, Dr. Untung Lasiyono, Rektor UNIPA Surabaya, mengutarakan pendidikan Budi pekerti diajarkan di semua jenjang pendidikan. Dari sekolah usia dini hingga perguruan tinggi. Seperti di Unipa punya aturan, etika dan tata laksana kampus. Seperti hubungan mahasiswa dengan dosen. Hubungan mahasiswa dengan tenaga pendidikan. Hubungan mahasiswa dengan mahasiswa. Kesemuanya ini harus dijalankan pembiasaan-pembiasaan. Maka hasilnya akan berperilaku luhur, jujur dan mempunyai karakter baik.
“Kampus mempunyai Empat Anti. Yakni: anti buliying, anti korupsi, anti narkoba, anti kekerasan seksual,” kata Untung Lasiyono di ruang kerjanya.
Poedianto


