Poedianto: “Empat Konsensus Dasar”

admin
admin Maret 15, 2025
Updated 2025/03/15 at 3:47 AM

Surabaya, pedulirakyat.id

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bagi siswa baru di sekolah kejuruan Surabaya dilaksanakan selama empat hari (15-18 Juli 2024). Salah satu pemateri/pembicara Poedianto, S.H., S, Pd, MM, Guru PKN dengan materi Bela Negara.

Bela Negara tertuang dalam UU. No. 3, Tahun 2002, Pasal 9, yang intinya adalah setiap warga negara BERHAK membela negaranya dari “rong-rongan” eksternal dan internal yang ingin merubah Dasar Negara Pancasila.

Poedianto mengatakan, hal ini dirasa penting, dikarenakan Pancasila merupakan Dasar Negara yang telah dirumuskan bersama oleh Founding Father (para pendiri negara) tatkala merumuskan segala sesuatunya dalam sidang BPUPKI dan dilanjutkan di sidang PPKI masalah negara, termasuk tentang Dasar Negara.

Para Founding Father dalam perumusan Pancasila ini diketuai oleh Ir. Soekarno (Ketua PPKI) yang beranggotakan sembilan tokoh termasuk Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo.
Pancasila ini merupakan hasil diskusi yang panjang antar para founding father. Substansi Pancasila tersebut secara konstitusional disepakati menjadi Dasar Negara Republik Indonesia.

Pancasila juga memuat esensi kebersamaan, keberagaman. Dijabarkan lebih lanjut secara yuridis di Negara Indonesia terdapat banyak UU. Tetapi semuanya tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945,

Poedianto juga menjelaskan empat konsensus dasar bangsa. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI. Inilah yang harus kita bela dari segala gangguan eksternal dan internal.

Empat Konsensus Dasar Bangsa Indonesia.
1. Pancasila
2. Bhinneka Tunggal Ika.
3. UUD 1945.
4. NKRI

“Empat konsensus dasar inilah yang harus kita pahami. Terutama para guru, siswa dan segenap lembaga pendidikan,” pesan Poedianto.

Ia juga mengatakan bahwa jangan meremehkan Pancasila, karena Pancasila itu sudah teruji dari segala gangguan.. Ia menjelaskan bahwa kesaktian Pancasila dibuktikan dengan adanya kemenangan Pancasila atas “rong-rongan,” seperti gerakan ekstrimis Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah terjadi pada tahun 1965.

Poedianto juga mengatakan bahwa anak muda wajib untuk mengetahui sejarah bangsa agar tercipta rasa Bela Negara.

Lanjut Poedianto, anak-anak muda harus cerdas, kritis, serta berkelakuan baik, agar tercipta Indonesia yang sejahtera sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Safira, S. Sos, Guru Bahasa Inggris.

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *