BELAJAR DENGAN SENANG

admin
admin Juli 18, 2022
Updated 2024/08/29 at 10:48 PM

Surabaya, IPR.
J. Drost, pakar pendidikan, mengatakan belajar harus dengan senang. Belajar dimanapun bukanlah masalah. Asal dijalankan dengan senang. Artinya komunikasi antara guru dan siswa harus mengalir cair, sehingga tranformasi ilmu yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik akan mudah diterima. Hal ini akan terjadi apabila proses pembelajaran dalam suasana senang (gembira).

Bagan (modul) yang tersistematika dan yang bermuatan tujuan pembelajaran, materi ajar dan evaluasi akan tercapai apabila disampaikan dengan metode mengajar yang tepat. Kesemua rangkaian (alur) proses pengajaran akan sampai pada tujuan.

Drs. Barun, MM, Kepala SMK Negeri 6 Surabaya mengutarakan bahwa untuk mencapai pada tujuan pendidikan, guru harus mempersiapkan dengan baik kepada anak didiknya. Lebih lanjut Barun memberi contoh tentang ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer). ANBK bagi sekolah kejuruan tidak semua peserta didik kelas sebelas ikut ANBK. Lain dengan UNBK yang dilaksanakan pada akhir sekolah.Dan semua siswa kelas duabelas ikut semua.

“Untuk SMK PK (Pusat Keunggulan) diambil 100 siswa. Yaitu terdiri dari siswa kelas sepuluh dan siswa kelas sebelas. Tetapi yang bukan SMK PK diambil 45 siswa dari kelas sebelas,” ujar Barun diruang kerjanya.

Ketika ditanya, bagaimana dengan SMK yang tidak mempunyai siswa sebanyak 45. “Sejumlah siswa yang dipunyai SMK tersebut diikutkan semua ANBK,” terang Barun.

Perbedaan ANBK dan UNBK. Kalau ANBK penilaiannya dilakukan di setiap jenjang di sekolah. Kelas 5 untuk SD, kelas 8 untuk SMP dan kelas 11 untuk SMK/SMA. Namun UNBK dilaksanakan pada akhir sekolah.

SMK Pusat Keunggulan (PK) adalah salah satu program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021. Ini salah satu upaya untuk pengembangan SMK dengan program keahlian. Yang pada gilirannya kualitas dan kinerja akan meningkat.

Andik Umargiono, S. Sos, M. Si, dosen Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga Surabaya yang juga sebagai pendamping SMK dalam program pusat keunggulan mengatakan suksesnya pendidikan ialah soft skill dan hard skill harus sinergi. “Kalau sudah demikian, maka kelulusan SMK akan terserap di dunia usaha dan dunia industri. Yang utama adalah penanaman mental yang kuat bagi peserta didik,” papar Andik Umargiono.

Kesemuanya itu bisa berhasil apabila penyampaian materi oleh guru kepada siswa dengan tepat guna. Diferensiasi dalam pengamatan kepada anak didik sangat dibutuhkan. Kemampuan daya serap siswa akan ilmu yang diberikan oleh guru, minat siswa kepada setiap mata pelajaran serta kesiapan piranti-piranti belajar.

Tidak kalah pentingnya metode guru dalam mengajar juga bisa mempengaruhi pada tujuan pendidikan. Ada metode resitasi (pemberian tugas), metode ceramah, metode demonstrasi (peragaan), metode eksprimen (percobaan-percobaan), metode karya wisata (belajar di luar kelas), metode drill (latihan-latihan) dan metode lainnya lagi.

In House Training (IHT) kini dilakukan oleh SMK Pusat Keunggulan. Agar kualitas guru dan tenaga kependidikan meningkat. Yang pada ujungnya ialah tercapainya siswa yang Pancasilais.

Citizen – Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *