PC PMII Probolinggo Bersama Aliansi BEM Probolinggo Raya Menggelar Mimbar Bebas di Depan Kodim 0820 dan Pemkot Probolinggo

admin
admin Mei 6, 2026
Updated 2026/05/06 at 10:51 AM

Probolinggo, pedulirakyat.id

Digelarnya aksi masa mahasiswa, menyampaikan pendapat dimuka umum yang dilaksanakan pada 05 Mei 2026 oleh PC PMII Probolinggo bersama aliansi BEM Probolinggo Raya, kegiatan aksi ini merupakan bentuk sikap dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang baik ditingkat nasional maupun daerah khususnya penegakan hukum.

Aksi mereka menuntut tata kelola pemerintahan, serta kebijakan publik dikota Probolinggo yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Berdasarkan pemantauan wartawan pedulirakyat.id, diawali dari titik kumpul aksi masa mahasiswa di Caffe Joglo dan bergeser berkumpul dihalaman Salpol PP dan langsung dengan mobil komando pakai sound system selaku ketua PC PMII dedi bayuangga, Ketua aliansi Bem Robi’ul Zaman sena selaku korlap aksi.

Massa aksi kurang lebih 100 masa mahasiswa dengan membawa spanduk, poster dll menuju depan kodim 0820 probolinggo dengan pengamanan aksi dari jajaran kepolisian polresta probolinggo kurang lebih 200 anggota Polri. Anggota kodim 0820 kurang lebih 60 Anggota TNI dan Satpol PP kurang lebih 138 Anggota dalam tuntutan aksi mendesak pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktifis Ham Andriyunus dalam yel-yel hidup mahasiswa! hidup rakyat Indonesia! hidup perempuan melawan!

Dalam aksinya meminta komandan kodim menemui para aksi masa dengan tuntutan kasus penyiraman air keras terhadap aktifis Ham Andriyunus meminta diadili di pengadilan umum namun ditanggapi dengan santai oleh Kasdim 0820 didampingi oleh Wakapolresta dan menjelaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktifis Ham Andriyunus yang dilakukan oleh oknum TNI dan di proses sesuai hukum di pengadilan Militer dan harus dihormati dan dikawal sampai selesai.

Dan para aksi bergeser didepan kantor pemerintah kota probolinggo dalam orasinya mendesak pemerintah kota probolinggo untuk membatalkan kebijakan pengadaan mobil dinas yang tidak menjadi prioritas kebutuhan publik dan mendesak pemerintah kota probolinggo untuk mengembalikan kebijakan biaya oprasional sekolah daerah ( Bosda ) bagi MI, SD, dan SMP, MTS juga mendesak pemerintah kota probolinggo utnuk mengembalikan bagi guru honorer seperti semula dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan mendesak juga pemerinta kota probolinggo untuk mengembalikan masa tunggu penerbitan SK guru menjadi 2 tahun atau menetapkan kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan guru.

Dalam aksi masa mahasiswa mengecam jika berbagai tuntutan ini diabaikan maka tidak akan tinggal diam dan siap mengkonsulidasikan kekuatan yang lebih besar sebagai bentuk perlawanan moral dan tanggung jawab sosial dalam mengawal keadilan demokrasi serta hak-hak dasar masyarakat. Ditengah tengah aksi masa mahasiswa dihadiri oleh walikota probolinggo didampingi wakil walikota ditanggapi dengan tenang dan menyatakan walikota probolinggo menolak kesepakatan integritas aksi masa mahasiswa.

Dalam aksi masa berjalan lancer dan kondusif atas keamanan jajaran kepolisian Polresta Probolinggo dan TNI Kodim 0820.

 

Rohim

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *