Surabaya, pedulirakyat.id
Drs. Bambang Dwi Waryanto, SE, MM, Dosen Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya memandang perlu keseimbangan pelajaran saint dan sosial. Sebab kini pelajaran saint, teknologi, engineering, matematika cenderung lebih dikedepankan. Sementara pelajaran ilmu sosial menjadi kurang.
“Kemajuan teknologi dan cepatnya perkembangan sosial harus menjadikan siswa dan mahasiswa berkreatifitas. Teknologi dan sosial harus seimbang. Namun semuanya harus di dalam koridor kurikulum,” kata Pak Bambang, sapaan akrabnya.
Sementara itu Dr. Mochtar Lutfi, Kaprodi Sastra dan Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengatakan pentingnya penguatan karakter bagi anak didik.
“Penguatan karakter untuk siswa tidak hanya teori, tetapi harus kongkrit. Karenanya yang dibutuhkan keteladanan para guru. Sebab kebutuhan siswa, yang tahu adalah para guru dan jajaran pendidikan, bukan orang luar,” papar Mochtar Lutfi.
Drs. Hery Musika Jaya, MM, mantan kepala SMK Satya Widya Surabaya berpendapat perlunya reward dan panishment (hadiah dan hukuman).
“Namun untuk menegakkan kedisiplinan di sekolah, guru harus diberikan payung hukum agar tidak selalu dikriminalkan oleh wali murid,” tegas guru senior ini.
Poedianto


