Foto: Ilustrasi Seorang Pemimpin Republik FuFuFaFa
Jakarta, pedulirakyat.id
Slank merilis lagu baru berjudul “Republik Fufufafa” bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-42 mereka pada 26 Desember 2025, Video musiknya kemudian diunggah ke YouTube pada 28 Desember 2025.
Lagu ini berisi sindiran tajam terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia, dengan lirik yang menyentuh isu-isu seperti korupsi, narkoba, dan kurangnya gizi.
Bimbim, penulis lagu ini, mengatakan bahwa “Republik Fufufafa” merupakan bentuk refleksi dari kegelisahan publik yang divisualisasikan melalui karya seni musik yang jujur. Lagu ini juga menampilkan gaya bahasa slengean khas Slank, namun dengan pesan yang dalam dan kritis
Dalam video musiknya, personel Slank tampil dengan riasan wajah dan kostum badut, yang dinilai sebagai simbol kekacauan sistem dan ironi sosial. Riasan wajah dan kostum badut yang dipakai oleh Slank juga dapat diartikan sebagai representasi ironi sosial dan kegelisahan masyarakat.
Lagu ini langsung menjadi viral di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet, dengan banyak yang mengapresiasi keberanian Slank untuk tetap konsisten menjadi “corong aspirasi” masyarakat.
Salah satu Slanker berkomentar, “Ini baru Slank yang aku kenal, yang gak berpihak kepada penguasa, semoga tetap begini”. Komentar lain juga muncul, seperti “Slank sudah tobat ya? Kembali ke setelan pabrik” dan “Gua senang kalau Slank sudah kembali ke jalan yang benar lagi” .
Lagu “Republik Fufufafa” memang menuai banyak pujian dari Slanker karena liriknya yang tajam dan satir, serta video klip yang menampilkan personel Slank dengan kostum badut, yang dianggap sebagai simbol kritik sosial dan kekacauan sistem .
Rophy Pareno


