Karakter Mengukir Prestasi

admin
admin November 22, 2025
Updated 2025/11/22 at 10:48 AM

Surabaya, pedulirakyat.id

Drs. Ec. Margiono, MM, Guru Senior dan Mantan Kepala SMK Tantular Surabaya, memaparkan bahwa bangunan kuat karakter akan bisa mengukir prestasi. Baik prestasi akademik maupun non akademik.

“Yang utama bangunan dasar siswa itu adalah karakter. Kalau dasar-dasarnya adalah karakter yang diutamakan, maka yang lain akan menyusul. Termasuk mengukir prestasi. Bisa prestasi saintis, olahraga dan seni budaya,” papar pensiunan guru mapel Kewirausahaan SMK Satya Widya Surabaya.

Dengan maksud yang sama, Neni Amanda, S. Pd bersama Puspita Lestari, S. Ag, keduanya wali kelas SD Mardi Putra Surabaya berpendapat pendidikan Budi Pekerti adalah penting.

“Pendidikan Budi Pekerti bisa disisipkan di semua mapel. Seperti pelajaran Agama, pelajaran PKN, pelajaran bahasa,” kata kedua guru ini dengan sungguh-sungguh.

Di sisi lain, Yusuf, M. Pd, Kepala SMK Saintren Surabaya, mengatakan bahwa OSIS sebagai organisasi pengabdian. OSIS juga sebagai jembatan pengabdian antara sekolah dengan masyarakat.

Sesungguhnya dengan belajar, akan meningkatkan potensi. Potensi komunikasi, kerjasama, tanggung jawab dan leadership. Dalam proses belajar mengajar juga ada standar. Baik standar nilai, standar kompetensi, dan ujungnya penilaian akhir. Artinya, semuanya terukur. Parameter lembaga pendidikan adalah prestasi. Sekolah yang banyak memperoleh prestasi, baik bidang akademik atau non akademik, masyarakat menempatkan lebel sekolah unggulan, sekolah favorit dan lainnya. Tetapi untuk memperolehnya sudah dipersiapkan dengan serius. Misal, kompetisi di LKS SMK (lomba kompetensi siswa). Acara ini diselenggarakan setiap tahun. Tahapan LKS dimulai dari tingkat kota/kabupaten, naik tingkat propinsi, lalu ke tingkat nasional. Pada saat LKS tingkat Propinsi Jawa Timur, pernah bertempat di Surabaya, Malang, Tulungagung dan tempat lainnya.

“Guru akan senang kalau siswanya menang dalam lomba. Baik tingkat lokal, regional, apalagi tingkat nasional. Hal ini persiapannya harus matang. Untuk itu bisa lewat ekstrakulikuler,” kata Drs. Andi Roesdianto, Guru Olahraga SMK Negeri 12 Surabaya.

Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *